Favorite Story
-
She’s a Vampire introduction Genre: Supranatural, Mistery, Romance Comedy, Drama Synopsis: Y amada Tendou (17) Sebenarnya hanyala...
-
Chapter 5 Gadis vampire pembuat masalah' Bag 4 “Eng... Forte?” Kataku. “Panggil saja Cylenne.” Katanya sembari menggandeng...
-
Act 1 Prologue: Remember My Name! Chapter I (Part A) - Ouvren Town - - Inside Hogg bar - - At Mid day - “Louverdis Family?” seru Dugs H...
-
Act 1 Prologue: Remember My Name! Chapter IV (Part A) DOOOR! DOOOR! DOOOR! - Ouvren Town - - In a room at top floor(6 th floor...
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
Senin, 30 Juni 2014
Chapter 5
Gadis vampire pembuat masalah'
Bag 4
“Panggil saja Cylenne.” Katanya sembari menggandeng tangan kiriku
“Kelas satu berada di lantai dua loh” Aku menjelaskan padanya.
“Lalu~?” Tanyanya dengan nada riang.
“Ini lantai tiga, hanya ada kelas 2 di sini.” Kataku kembali menjelaskan.
Chapter 5
Gadis vampire pembuat masalah'
Bag 3
Chapter 5
Gadis vampire pembuat masalah'
Bag 2
“Hei… Sudah jam 07.35 nih…” Keluhku. Walau berlaripun, tetap makan waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke sekolah.
Chapter 5
Gadis vampire pembuat masalah'
Bag 1
Aku mendengar sebuah bisikan yang lembut memanggil namaku. Aku membuka mata, betapa kagetnya aku. Gadis vampire itu sekali lagi berada di atas tubuhku!!
“Waaa! Kenapa kau selalu melakukan hal seperti ini?!” Aku mendorong tubuhnya, wajahku juga bersemu merah. Siapa yang tidak malu kalau sedang berada dalam situasi seperti ini?
Kamis, 19 Juni 2014
Chapter 4
Awal dari nasib buruk
Bag 3
Bag 3
Akhirnya aku berhasil menemukan dua orang yang dapat kuberikan kepada mereka berdua darahnya dengan berbagai cara. Aku mengatakan kepada dua orang itu jika ada dua orang cewek cantik yang menunggu mereka berdua di atap gedung sekolahku. Dan dengan bodohnya, mereka berdua percaya.
“Awas ya, kalau cewek yang kau katakan itu ternyata tidak ada!” Kata salah-satu dari dua orang itu kepadaku dalam perjalanan kami menuju atap sekolah tempat dimana kedua cewek vampire itu menunggu.
Chapter 4
Awal dari nasib buruk
Bag 2
Bag 2
Aku membaringkan tubuhku di tempat tidur. Memikirkan semua hal yang terjadi hari ini. Aku benar-benar capek.Sangat capek.
“Cylenne Forte…” Gumamku sembari menatap langit-langit kamar.
Kenapa? Kenapa dia menganggu kehidupanku? Bukankah aku sudah berjanji untuk menjaga rahasianya? Lalu kenapa dia masuk kedalam kehidupanku dan merusak semuanya?!
Chapter 4
Awal dari nasib buruk
Bag 1
Bag 1
“Cylenne Forte?” Tanyaku
mengulang kata-kata Hiroshi. Aku bertanya kepadanya apa dia tahu tentang
murid sekolah ini yang memiliki rambut berwarna ungu. Dan katanya ada
satu orang yang memiliki ciri-ciri persis seperti yang aku katakan
“Ya. Dia anak kelas 1 yang lumayan terkenal karena dia blasteran. Ayahnya berasal dari Transylvania. Karena itu ada isu yang menyebutkan bahwa dia itu adalah vampire” Lanjut Hiroshi.
“Isu ya…” Kataku. ‘itu sama sekali bukan isu, tahu. Dia benar-benar vampire!’
“Ya. Dia anak kelas 1 yang lumayan terkenal karena dia blasteran. Ayahnya berasal dari Transylvania. Karena itu ada isu yang menyebutkan bahwa dia itu adalah vampire” Lanjut Hiroshi.
“Isu ya…” Kataku. ‘itu sama sekali bukan isu, tahu. Dia benar-benar vampire!’
Senin, 16 Juni 2014
Act 1
Prologue: Remember My Name!
Chapter IV (Part B)
- Ouvren Town
-
- Inside Hogg
bar –
- Five days after the ruin of
Louverdis Family -
- At Mid day -
Hogg
bar begitu ramai kali ini. Semua penduduk datang ke bar yang tergolong kecil
tersebut. Semua orang berdesak-desakan, berharap bisa melihat pahlawan yang telah
membebaskan mereka dari cengkraman Louverdis Family yang telah berlangsung
selama lebih dari 5 tahun. Mereka semua bersuka-cita, bersyukur, bergembira dan berpesta pora.
Act 1
Prologue: Remember My Name!
Chapter IV (Part A)
DOOOR! DOOOR!
DOOOR!
- Ouvren Town -
- In a room at
top floor(6th floor) Louverdis Family Residential -
- At Mid Night
-
Masing-masing
dari ketiga orang itu melepaskan 10 tembakan dengan total 30 tembakan bersarang ditubuh Leon. Darah Leon menyembur
dari seluru lubang
peluru di tubuhnya.
Yang membasahi karpet merah dan pintu putih itu. Tentu saja, ia tewas seketika.
“Hahaha….
Akhirnya…. Dia mati,” ujar Ivanov lega.
Jumat, 13 Juni 2014
Act 1
Prologue: Remember My Name!
Chapter III (Part B)
- Inside Of Louverdis Family Residential -
- At The
Kitchen -
“Huff….
Beruntung sekali tadi sama sekali tidak ada angin sesaat sebelum mereka menembakku.
Aku bisa menggunakan liquid merah dan menggantikan diriku dengan orang lain dan masuk ke dalam tanpa disadari siapapun. Karena sekarang sedang hujan, pasti efek dari liquid merah sudah hilang. Sebaiknya aku harus melaksanakan misiku sebelum mereka menyadarinya,” kata Leon kepada dirinya sendiri.
Aku bisa menggunakan liquid merah dan menggantikan diriku dengan orang lain dan masuk ke dalam tanpa disadari siapapun. Karena sekarang sedang hujan, pasti efek dari liquid merah sudah hilang. Sebaiknya aku harus melaksanakan misiku sebelum mereka menyadarinya,” kata Leon kepada dirinya sendiri.
“Ugggh....”
Act 1
Prologue: Remember My Name!
Chapter III (Part A)
“….. Leon.”
- Ouvren Town
-
- Front of
Louverdis Family Residential -
- At Mid Night
–
Leon,
nama laki-laki berjubah coklat kusam dan berambut kuning keemasan itu.
Di tubuhnya telah bersarang 5
tembakan. 1 di lengan
kiri, 3 diperutnya dan 1
lagi di paha kaki kirinya.
“….. Leon. Nama itu…. akan kuingat,” kata Tao-Lee lalu berbalik dan memasuki kembali residential.
Para penjaga kembali membuat blokade yang membuat Leon tidak dapat memasuki residential itu mudah.
Rabu, 11 Juni 2014
Because Night and Day Cannot Stand Together
Aku benci diriku.
Pendek, gendut, kulit kusam berminyak, jerawatan, berwajah bulat, sipit,
kelopak mata tunggal, pokoknya semua hal yang bisa kau bayangkan tentang cewek
buruk rupa ada padaku. Karena itulah, setiap malam aku selalu berdoa agar
terjadi keajaiban yang akan membuatku cantik. Siapapun yang mengabulkannya tak
masalah, entah itu Tuhan ataupun Setan.
Label:horror,mystery,short story | 0
komentar
Act 1
Prologue: Remember My Name!
Chapter II (Part B)
- In a room at
top floor(6th floor) Louverdis Family Residential -
“Apa yang terjadi di luar?” seorang pria bertubuh gendut dan pendek yang memakai jas putih dengan dalaman kemeja hitam garis-garis merah bertanya kepada pria yang tampak masih muda yang berdiri disebelahnya.
Pria yang bermata sipit, memakai baju hitam dengan model baju ala timur dan rambut hitam dijalin itu melihat keluar dari kaca jendela.
“Sepertinya ada seorang pembuat onar di luar sana,” katanya kepada si penanya tadi yang duduk di kursi kerjanya yang nyaman dan berkumis putih dengan rambut yang sudah ubanan serta menghisap cerutu.
Act 1
Prologue: Remember My Name!
Chapter II (Part A)
“…… Bahwa
lelaki bernama Leon inilah yang menghabisinya.”
- Ouvren Town
-
- Front of
Louverdis Family Residential -
- At Mid Night
-
‘Hmm….
Aku harus pikirkan cara untuk masuk ke kediaman Louverdis Family ini.
Masalahnya, penjaganya ada ratusan orang dan di dalam residential ada lebih
dari 1000 orang. Bagaimana caranya masuk kedalam ya?’ pikir seorang laki-laki
yang berumur sekitar 20 tahunan dan memakai jubah coklat kusam dan berambut kuning
keemasan itu. Dia bersembunyi di belakang pohon yang letaknya kurang lebih 50
meter dari kediaman Louverdis Family.
‘Uggh….
Coba kalau aku bisa pakai liquid merah ini. Masalahnya, ini hanya bisa dipakai
di ruang tertutup. Bau Liquid ini sangat mudah tertiup angin sehingga tidak
akan berhasil jika digunakan di luar ruangan. Haaah…. Apa yang harus kulakukan?’
Chapter 3
Aku bisa menjadi pacarmu
Aku bisa menjadi pacarmu
Bag 4
Akhirnya aku sampai di lantai atas dan kubuka pintu yang ada di hadapanku. Tapi, aku benar-benar terkejut! Yang berdiri menatap awan disana bukan Nanami, melainkan cewek vampire itu!
Chapter 3
Aku bisa menjadi pacarmu
Aku bisa menjadi pacarmu
Bag 3
“… Ya… Sama-sama…” Kata Nanami. Dari nada bicaranya, dia sepertinya sangat sedih. Mungkin karena aku memilihnya untuk sandiwara aneh ini.
“Ah, kamu marah ya? Maafkan aku Nanami. Aku tidak bermaksud berkata begitu. Soalnya tidak ada waktu untuk mencari orang lain yang pasti akan menolakku. Karena itu aku memilihmu. Aku benar-benar minta maaf Nanami. Sungguh, aku hanya menganggapmu sebagai sahabat. Tidak lebih dari itu!” Kataku menjelaskan dengan sungguh-sungguh. Aku tidak ingin pertemanan kami terputus karena hal barusan.
“Aku… Hanya sebagai sahabat ya?” Tanyanya. Wajahnya tertunduk. Tapi, dari suaranya dia terdengar sangat marah dan kesal. Apa dia marah karena kuanggap sebagai sahabat saja?
Chapter 3
Aku bisa menjadi pacarmu
Aku bisa menjadi pacarmu
Bag 2
Aku duduk di kursi kelasku dengan masih sesenggukan. Masami dan Hiroshi dengan setia berada di sampingku. Akagi Sensei telah kembali ke ruang guru dengan perasaan yang campur aduk. Mungkin perasaan bingung, heran dan merasa bersalah karena muridnya telah menjadi gila akibat hukuman yang diberikannya (Hei! Aku belum gila!!!).
Nanami berdiri didepanku. Aku melihatnya dengan sesekali menghembuskan ingusku di tissue yang diberikan Masami.
“Dasar banci!”
Kata-kata Nanami membuatku telingaku memanas. Aku? Banci?
“Apa maksudmu?!” Tanyaku kesal.
Chapter 3
Aku bisa menjadi pacarmu
Aku bisa menjadi pacarmu
Bag 1
Aku berjalan dengan lunglai
kearah kelasku. Di depan kelas Akagi Sensei telah berdiri menungguku.
Dari wajahnya tergambar jelas kalau dia marah padaku karena aku tidak
ada di depan kelas ketika pelajaran Sejarah berakhir. Aku melirik jam
yang melingkar di tangan kiriku. Jam 12.15. Itu artinya bel istirahat
telah berbunyi 15 menit lalu. Pantas saja dari tadi banyak kulihat orang
yang lalu lalang.
“Ya-Ma-Da Ten-Dou” Katanya dengan mengeja namaku per suku kata.
“Ya-Ma-Da Ten-Dou” Katanya dengan mengeja namaku per suku kata.
Act 1
Prologue: Remember My Name!
Chapter I (Part B)
- Ouvren Town
-
- Inside Hogg
bar -
- At Mid day -
- At Mid day -
- After the Shooting Incident -
Dugs
membersihkan barnya dibantu beberapa pelanggan lain yang kasihan dengannya.
Mereka juga turut membantu memasukkan jasad tersebut ke dalam kantung mayat.
“Orang
ini benar-benar menyusahkan saja,” kata salah seorang pelanggan yang membantu
membersihkan darah-darah yang tersebar di bar Dugs.
“Ya,
padahal sudah kuperingati dia. Itu semua salahnya sendiri,” kata Dugs yang juga
turut membersihkan barnya.
Act 1
Prologue: Remember My Name!
Chapter I (Part A)
- Ouvren Town -
- Inside Hogg bar -
- At Mid day -
“Louverdis Family?” seru Dugs Hogg, pemilik Hogg bar, mengulangi ucapan pelanggan yang duduk di depannya untuk memastikan bahwa ia tidak salah dengar.
“Ya. Kudengar Louverdis Family merupakan keluarga mafia terbesar di kota ini. Mereka bahkan mengambil pajak dari penduduk kota sebagai uang perlindungan,” lanjut sang pelanggan sembari menenggak minuman yang dipesannya.
Dugs menghentikan kegiatannya mengelap gelas minuman. Ia lalu mencodongkan tubuhnya ke arah pelanggan tersebut seraya berbisik.
“Sebaiknya pelankan suaramu jika ingin bicara soal itu. Asal kau tahu saja, lebih dari setengah orang yang ada di dalam bar ini merupakan anggota Louverdis Family,” kata Dugs lalu kembali melanjutkan kegiatannya mengelap gelas minuman.
The Almighty Alchemist
Leon's Tale
Act 1
Prologue: Remember My Name!
Central character in this Act:
Minggu, 08 Juni 2014
Chapter 2
Tetap jaga rahasia itu ya
Bag 3
Aku langsung berjalan mundur,
menatapnya dengan ketakutan. Aku melihatnya dari atas ke bawah. Cewek
itu memiliki rambut yang berwarna ungu dan dikepang dua… Bukankah si
cewek vampire malam tadi juga memiliki ciri-ciri yang sama dengan dia?!
- “Will you keep my secret?” Katanya tersenyum dengan manis sembari menempelkan telunjuk kanan di bibirnya.
Chapter 2Tetap jaga rahasia itu yaBag 2~Flashback~
Chapter 2
Tetap jaga rahasia itu ya
Bag 1
“…Mada…”
“Yamada….”
“YAMADA!!!”
Aku terlonjak kaget dari tempat dudukku. Di sampingku telah berdiri guru mata pelajaran Sejarah, Akagi Hitomi Sensei yang melipat tangannya karena kesal.
“Yamada….”
“YAMADA!!!”
Aku terlonjak kaget dari tempat dudukku. Di sampingku telah berdiri guru mata pelajaran Sejarah, Akagi Hitomi Sensei yang melipat tangannya karena kesal.
Chapter I
Will you keep my Secret?
Will you keep my Secret?
Bag 4
Tidak jauh dari tempatku berdiri, ada dua orang gadis yang memakai kimono ungu dan merah. Cewek yang berambut ungu berkepang 2 dan memakai kimono ungu itu sedang menggigit leher seseorang dan menghisapny sedangkan temannya yang berambut hitam dan memakai kimono merah memprthatikan temannya. Sepertinya dia sudah selesai menghisap darah, karena disebelahnya terbaring seorang murid lelaki. Aku hanya bisa terdiam, ternyata isu tentang vampire itu benar adanya! Aku ingin lari, tapi tubuhku tidak bisa bergerak.
Chapter I
Will you keep my Secret?
Will you keep my Secret?
Bag 3
“Tidak ada”
“Tidak ada!”
“TIDAK ADA!!”
“Tidak ada!”
“TIDAK ADA!!”
Chapter I
Will you keep my Secret?
Will you keep my Secret?
Bag 2
“Ten-chan, Buka mulutnya yang
lebar” kata Kotomi, pacar nomor 1 menyuruhku membuka lebar mulutku
karena dia ingin meyuapiku kari buatannya.
“Aaaaa….” Kataku dan melahap kari yang ia suapi.
“Ten-chan, ini minumnya” Hana, pacar nomor 5 ku memberikan aku jus nanas yang dibuatnya sendiri.
“Hmm… Segar!” Kataku.
“Aaaaa….” Kataku dan melahap kari yang ia suapi.
“Ten-chan, ini minumnya” Hana, pacar nomor 5 ku memberikan aku jus nanas yang dibuatnya sendiri.
“Hmm… Segar!” Kataku.
Chapter I
Will you keep my Secret?
Will you keep my Secret?
Bag 1
“To… Tomoda!” Kataku kepada Tomoda Emiru, murid kelas 1-2, yang merupakan adik kelasku ketika jam istirahat di lorong sekolah.
Hari ini, setelah memendam perasaan selama 2 minggu, aku akan mengatakan perasaanku padanya! Aku tidak boleh gagal! Selama kelas 2 ini, aku sudah 2 kali ditolak. Kalau sampai ia juga menolakku, maka ditambah waktu kelas 1, jumlahku ditolak akan sebanyak 13 kali! 13, itu merupakan angka sial. Kalau kali ini aku ditolak, mungkin aku akan mungkin kesialan akan datang padaku!
Hari ini, setelah memendam perasaan selama 2 minggu, aku akan mengatakan perasaanku padanya! Aku tidak boleh gagal! Selama kelas 2 ini, aku sudah 2 kali ditolak. Kalau sampai ia juga menolakku, maka ditambah waktu kelas 1, jumlahku ditolak akan sebanyak 13 kali! 13, itu merupakan angka sial. Kalau kali ini aku ditolak, mungkin aku akan mungkin kesialan akan datang padaku!
She’s a Vampire
introduction
introduction
Genre:
Supranatural, Mistery, Romance Comedy, Drama
Synopsis:
Yamada Tendou (17) Sebenarnya hanyalah siswa kelas 2 SMA yang biasa saja. Menjalankan kehidupan normal layaknya anak remaja pada umumny, belajar, dan berkumpul bersama teman-temannya. Lalu pada suatu malam, ketika dia pergi ke sekolah untuk mengambil sesuatu yang tertinggal, dia melihat hal yang seharusnya tidak ia lihat! Masalah besar untuk Tendou karena hal yang telah ia lihat ini akan merubah kehidupan normalnya hingga 180o!!!
Langganan:
Komentar
(Atom)
Search
Archives
-
▼
2014
(29)
-
▼
Juni
(29)
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 1
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 1
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 4 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 4 (A)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 3 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 3 (A)
- Short Story: Because Night and Day Cannot Stand To...
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 2 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 2 (A)
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 1
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 1 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 1 (A)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Introduction
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 1
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 1
- She's a Vampire: Introduction
-
▼
Juni
(29)
Categories
- Action (24)
- Adventure (9)
- Comedy (15)
- Drama (15)
- Fantasy (9)
- horror (1)
- mystery (1)
- Romance (15)
- Scifi (9)
- She’s a Vampire (15)
- short story (1)
- Supernatural (15)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale (9)
