World Of Warcraft, WoW Short Sword

Favorite Story

Diberdayakan oleh Blogger.

My Avatar

My Avatar
http://dreamself.me/
Senin, 16 Juni 2014

Act 1
Prologue: Remember My Name!
Chapter IV (Part A)
DOOOR! DOOOR! DOOOR!
- Ouvren Town -
- In a room at top floor(6th floor) Louverdis Family Residential -
- At Mid Night -

Masing-masing dari ketiga orang itu melepaskan 10 tembakan dengan total 30 tembakan  bersarang ditubuh Leon. Darah Leon menyembur dari seluru lubang peluru di tubuhnya. Yang membasahi karpet merah dan pintu putih itu. Tentu saja, ia tewas seketika.

“Hahaha…. Akhirnya…. Dia mati,ujar  Ivanov lega.


“Ahahaha…..,ketiga anak buahnya juga lega karena bosnya tidak jadi menghukum mereka.

“Kalau begitu….” Ivanov berdiri ke arah jendela dan membukanya sinar matanya berbeda dari biasanya.

“…. Tuan….?” tanya Tao-Lee menyadari gelagat aneh tuannya.

Angin sepoi-sepoi masuk dari jendela yang dibuka Ivanov. Ia lalu berbalik menoleh kepada semua orang yang ada dalam ruangan itu.

“…. Urusanku sudah selesai disini…. Aku pergi dulu,perlahan-lahan tubuh Ivanov berubah. Tubuhnya yang pendek perlahan meninggi, perutnya yang gendut juga perlahan mengurus dan iapun perlahan-lahan menjadi muda dengan rambutnya yang telah putih karena uban berubah menjadi kuning keemasan.

 “See ya!” katanya sembari melambaikan tangan dan meloncat turun lewat jendela yang ia buka.

Ia menyadarinya. Tao-Lee menyadarinya, namun semua itu sudah terlambat. Ia hanya dapat melihat orang yang melompat dari jendela itu kini berlari menjauh. Dia lupa dengan kejadian tadi siang. Saat anak buahnya melaporkan telah membunuh orang asing di bar yang berani melawan dengan ciri-ciri memiliki rambut kuning keemasan dan memakai jubah coklat kusam. Dia lupa, bagaimana orang itu dapat melewati ke 400 penjaga di depan pintu. Ia lupa, bagaimana orang itu dapat sampai ke ruangan ini dengan selamat walaupun di dalam kediaman ini ada lebih dari 500 penjaga. Ia lupa, kalau orang itu adalah seorang Alchemist. Tidak, tentu ia tahu kalau orang itu adalah Alchemist, tapi ia lupa untuk memperhitungkan kekuatan apa yang dimilik Alchemist yang menyusup itu. Harusnya, dengan semua petunjuk yang ada, dia sudah menyadarinya. Menyadari apakah kemampuan yang dimiliki Alchemist itu dan menyusun rencana untuk melawannya. Tapi takabur dan kesombongan telah membutakannya. Ia sangat yakin senjata-senjata yang telah ia buat dapat menghabisi orang itu. Ia yakin orang itu hanya sekedar ‘beruntung’ untuk dapat sampai di ruangan tersebut. Ia yakin….. Tidak ada Alchemist yang dapat menipunya. Tapi, ia telah tertipu. Ia telah tertipu mentah-mentah, tepat di depan matanya.

“Mr. Tao-Lee!!! Ma-mmma-mayat ini….,salah satu penjaga berusaha memberi tahu Tao-Lee. Tapi, ia sudah tahu.  Ia, mengakui kekalahannya.
“I….. Ini….. Mayat Bos IVANOV!!!”

- Ouvren Town -
- At Front Of Hogg Bar-
- In the Morning -
Tok! Tok! Tok!

Pintu Hogg Bar diketuk dengan tidak sabaran. Dugs Hogg, pemilik Hogg Bar berjalan dengan kesal ke arah pintu.

‘Sekarang masih pagi buta, bahkan ayampun belum berkokok. Kenapa dengan orang ini? Mengganggu saja!’ Pikir Dugs kesal.

 Tok! Tok! Tok!

“Ya! Sebentar, berengsek!” Umpat Dugs.

“Apa kau tahu, sekarang masih pagi bu….” Belum sempat Dugs menyelesaikan kata-kata dan makiannya, ketika ia melihat orang yang ada didepan pintunya.

“KAU!!!” teriaknya terkejut.

“Hei….” kata orang yang mengetuk pintu bar itu dengan tersenyum lirih.

“Aku…. Berhasil.”

BRUGH

Orang itu langsung ambruk ke tanah.

“He…. Hey….! Apa kau tidak apa-apa, Leon!?”


 ~~~~~~~


0 komentar:

Posting Komentar