World Of Warcraft, WoW Short Sword

Favorite Story

Diberdayakan oleh Blogger.

My Avatar

My Avatar
http://dreamself.me/
Jumat, 13 Juni 2014
Act 1
Prologue: Remember My Name!
Chapter III (Part B)

- Inside Of Louverdis Family Residential -
- At The Kitchen -
“Huff…. Beruntung sekali tadi sama sekali tidak ada angin sesaat sebelum mereka menembakku. 
Aku bisa menggunakan liquid merah dan menggantikan diriku dengan orang lain dan masuk ke dalam tanpa disadari siapapun. Karena sekarang sedang hujan, pasti efek dari liquid merah sudah hilang. Sebaiknya aku harus melaksanakan misiku sebelum mereka menyadarinya,kata Leon kepada dirinya sendiri.

“Ugggh....”


Dia berusaha mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuhnya dengan menggunakan peralatan dapur yang berada disekitarnya. Hanya 2 peluru  yaitu peluru yang bersarang di lengan kanan dan kaki kirinya saja yang berhasil ia keluarkan. Ia tidak bisa mengambil resiko untuk mencabut 3 peluru lagi yang bersarang dalam perutnya. Salah-salah, ia malah memperparah luka yang dideritanya dan membuat kondisi tubuhnya semakin buruk.

“Hah…. Hah…. Baiklah, kukira begini cukup” Katanya lalu mengikat bagian yang terluka agar darah berhenti mengalir.

TEEET…. TEEET….. TEEET

Terdengar bunyi alarm  peringatan.

“Cih….! Cepat sekali mereka menyadarinya. Bagaimanapun juga, walaupun tanpa memakai Liquid bening, pengaruh liquid merah bisa dihilangkan karena baunya dapat dengan mudah terbawa angin dan terhapus air hujan.”

‘Baiklah….. Ugggh….!’ Leon mencoba berdiri. Tetapi itu membuat lukanya makin terasa sakit.

‘Ugggh….. Setidaknya efek potion yang dibuat Edge untuk meningkatkan aktifitas sel tubuh masih tersisa untuk beberapa menit lagi. Kalau tidak, aku sudah mati dari tadi karena kesakitan. Baiklah, cari pemimpin Louvardis Family, habisi dan selesai. Tinggal sedikit lagi…. Berusahalah….’ Ia bergumam dalam hati dan berusaha menyemangati dirinya sendiri.

Leon berjalan keluar dapur dengan tertatih-tatih. Untunglah lorong itu kosong. Sepertinya belum ada penjaga yang mencari sampai kesana.

Dia berjalan dan melewati beberapa koridor dan menemui sebuah tangga ke lantai 2. Sialnya, di lantai itu telah ada 6 orang yang menjaga.

“Itu dia penyusupnya!” Mereka mengarahkan senapan ke Leon.

‘Cih!’

Leon membuka tutup liquid merahnya dan membuat ke-6 orang itu mematung lalu menarik dan mendorong salah seorang dari mereka untuk menggantikan posisinya dan segera berlari dari sana.

Mendekati tangga lantai 3, ia menemui penjaga lagi. Kali ini jumlahnya 9 orang. Seperti sebelum ya, ia mengeluarkan liquid merah, membuat salah satu dari penjaga sebagai subtitusinya dan segera melangkah maju. Hal itu terus dilakukannay hingga ia sampai di lantai teratas, yaitu lantai 6.

- In a room at top floor(6th floor) Louverdis Family Residential -
“Cckk!” Ivanov Louverdis duduk di kursi nyamannya sambil berdecak kesal dan mematahkan cerutunya yang ke 24 untuk malam ini.

“Apa penyusup itu masih belum bisa ditangkap juga!?”tanyanya dengan kasar kepada 3 anak buahnya yang berdiri menunduk di depan meja bosnya tersebut.

“Be…. Belum Bos….,jawab mereka takut-takut.

“BODOH!!! Kalian benar-benar BODOOOH!!!!” teriak Ivanov kesal dan melemparkan cerutunya yang ke 25 kepada salah satu dari 3 orang anak buahnya itu.

“Bagaimana bisa kalian yang berjumlah 1000 lebih tidak dapat menahan  seekor penyusup saja, HAH!!!?” teriaknya lagi.

Ketiga anak buahnya hanya bisa menunduk takut tanpa bisa menjawab.

“Tao-Lee, apa yang sebaiknya kulakukan kepada mereka?” tanya Ivanov kepada Tao-Lee yang setia berdiri di sampingnya.

“…. Sebaiknya anda beri mereka kesempatan sekali lagi.  Bagaimanapun penyusup ini bukan orang biasa. Dia sama sepertiku, seorang Alchemist.” ujar Tao-Lee mengutarakan pendapatnya.

“Haaah…… Untuk apa seorang Alchemist datang dan membuat kerusuhan di kediamanku? Apa dia ingin mencuri data-data penelitianmu?” tebak Ivanov.

“….. Sepertinya tidak begitu. Aku yakin dia punya alasan lain.

“Lalu, apa alasannya? Apa maksudnya membunuh ratusan anak buahku!? Apa untuk mencuri uangku!?” tanya Ivanov mulai kesal.

“….. Soal itu….. Aku masih belum tahu. Tapi…. Aku yakin, cepat atau lambat kita akan mengetahui tujuannya kesini” kata Tao-Lee lagi.

“Haaah…. Baiklah! Kalian bertiga, cepat temukan penyusup itu dan bawa dia hidup-hidup ke hadapanku, mengerti!!?” perintah Ivanov kepada anak buahnya.

“Mengerti Bos!” Jawab ke-3 anak buahnya.
Saat ketiga orang itu membalikkan badannya dan ingin membuka pintu, pintu itu telah terbuka duluan. Di ambang pintu, berdiri seorang laki-laki.

“Hehehe…. Tanpa dicaripun aku sudah berada di sini kok” kata lelaki yang berdiri di ambang pintu tersebut dan memasuki ruangan itu.

“KAU!!!” teriak Ivanov.

“Cepat katakan. Apa alasanmu menyusup ke dalam kediamanku, hah!? Data penelitian Tao-Lee!? Atau Uang-uangku!? Apa!!? Cepat jawab!!!” seru Ivanov menunjuk-nunjuk Leon menggunakan cerutu ke-26-nya dengan kesal dan kembali mematahkannya.

“Hehehe…. Alasan katamu?” Leon tertawa sinis.

“Tentu saja, untuk….. menghabisimu!” dia dengan cepat mengeluarkan pistol dari saku bajunya ke arah Ivanov.

Ivanov terkejut, tidak disangka bahwa tujuan penyusup itu datang kemari tidak lain adalah untuk membunuhnya. Bagaimana ia bisa sampai ke ruangannya dengan melewati para penjaga itu, masih menjadi misteri bagi Ivanov. Yang jelas, ia yakin bahwa lelaki ini bukanlah lelaki biasa. Seketika saja, perasaan takut menghinggapi Ivanov, takut bahwa lelaki itu akan benar-benar berhasil membunuhnya.

…U-Uwaaa!!! Apa yang kalian lakukan?! Jangan diam saja, cepat tembak!!!” teriak Ivanov memerintahkan ketiga anak buahnya itu yangsedari tadi hanya terbengong melihat sang penyusup yang dapat sampai ke ruangan itu sendirian.

Setelah kembali menangkap situasi yang kini terjadi, mereka bertiga dengan sigap mengeluarkan pistol dari saku-saku mereka dan bersiap menembak.

“Hehehe…..”

DOOOR! DOOOR! DOOOR!

~~~~~~~

0 komentar:

Posting Komentar