World Of Warcraft, WoW Short Sword

Favorite Story

Diberdayakan oleh Blogger.

My Avatar

My Avatar
http://dreamself.me/
Senin, 16 Juni 2014
Act 1
Prologue: Remember My Name!
Chapter IV (Part B)

- Ouvren Town -
- Inside Hogg bar –
- Five days after the ruin of Louverdis Family -
- At Mid day -

Hogg bar begitu ramai kali ini. Semua penduduk datang ke bar yang tergolong kecil tersebut. Semua orang berdesak-desakan, berharap bisa melihat pahlawan yang telah membebaskan mereka dari cengkraman Louverdis Family yang telah berlangsung selama lebih dari 5 tahun. Mereka semua bersuka-cita, bersyukur, bergembira dan berpesta pora.


Untuk merayakan hancurnya Louverdis Family dan Leon yang sudah siuman, khusus hari ini, semuanya gratis. BERSULANG!!!” teriak Dugs disambut dengan teriakan heboh dari para penduduk lain seraya mengangkat minum mereka.

“Sruuup…. Aaahhh….!” Dugs meminum birnya sampai habis hanya dengan sekali teguk disambut dengan kekaguman penduduk lain.

“Tapi kau benar-benar hebat, Leon! Baru saja kemaren kau mengatakan akan menghancurkan Louverdis Family dan…. Lihat hasilnya!! Dalam 1 malam Louverdis Family hancur dan kau bahkan berhasil membunuh Ivanov Louverdis, pemimpin Louverdis Family!” kata Dugs kagum dengan hal yang telah dilakukan Leon.

“Ahahaha…. Tidak. Bagaimanapun juga, aku sudah berjanji dengan kalian kemarin.ujar Leon merendahkan diri..

PLAK!

Dugs menampar pundak Leon dengan sangat keras, yang mengakibatkan Leon terbatuk-batuk.

“Hei, hei! Lihat hero kita. Selain hebat, dia juga sangat rendah hati” Kata Dugs sambil tertawa.

“Ahahaha….” Semua penduduk tertawa, Leon pun juga terpaksa ikut tertawa.

 “Jadi, apa yang akan kau lakukan mulai dari sekarang Leon?” Tanya Dugs.

“Hmm….. Karena Tao-Lee sudah sadar dan memusnahkan semua senjata buatannya, tentu sekarang sheriff dapat bergerak dan menangkap sisa Louverdis Family kan? Bagaimanapun, mereka yang telah kehilangan bosnya sama seperti anjing tanpa tuan. Tidak punya harapan, benar-benar tanpa perlawanan.”

“Ya, mungkin anakku yang bergabung dengan Louverdis Family dapat sadar dan kembali dengan kami,” kata salah seorang penduduk.

“Ya! Mungkin kakakku akan kembali.

“Mungkin ayahku!”

“Mungkin adikku!”

Semua penduduk benar-benar gembira karena semuanya sudah berakhir. Bukan hanya itu, mereka juga dapat memulai hidup mereka kembali dari awal bersama dengan keluarga-keluarga yang pernah menjadi anggota Louverdis family.

“Semuanya sudah berakhir dengan bahagia. Tubuhku juga sudah mulai membaik. Kalau begitu, besok sebainya aku sudah harus pergi!” Teriak Leon bersemangat.

“Eh?”

Seisi bar tiba-tiba terdiam. Mereka tidak menyangka kalau hero mereka akan pergi dari kota itu.

“Mr. Leon…. Apa anda tidak bisa tinggal di kota ini untuk melindungi kami?” Seorang gadis cilik memberanikan diri bertanya.

“Ya, Mr. Leon! Anda penyelamat hidup kami. Anda sebaiknya tinggal di sini!”

“Mr. Leon, tinggallah di sini, aku mau menjadi istrimu!”

“Mr.Leon….!”

“Mr. Leon!”

Semua penduduk tidak ingin kalah mengutarakan kata-kata mereka walaupun intinya sama, tidak ingin Leon meninggalkan kota itu.

“Aduuuh…. Tunggu…. Hei…. Dengar….,kata-kata Leon sama sekali tidak mereka dengar yang membuat Leon kewalahan.

“Ehem…. Ehem…. DENGAR KALIAN SEMUA!!!” Dugs tiba-tiba turun tangan. Semua langsung berhenti bicara.

“Kalian dengar! Yang mengalami hal seperti ini, bukan hanya kota kita saja! Banyak kota-kota lain yang dikuasai oleh orang-orang jahat seperti Louverdis Family. Dan Leon mendatangi kota-kota seperti itu untuk meyelamati mereka! Kalian tahu, Leon bukan hanya hero untuk kota ini saja, tapi untuk dunia ini! BERSULANG!!!” Teriak Dugs diakhiri dengan bersulang meminum bir bersama.

Setelah mendengar perkataan Dugs, penduduk kota pun sadar. Leon masih dibutuhkan oleh kota-kota lainnya. Leon masih dibutuhkan oleh dunia ini! Karena itu, kita harus membiarkan Leon pergi.

Hari itu mereka habisi untuk berpesta dari pagi sampai malam. Mereka ingin meninggalkan kenangan indah untuk Leon tentang kota itu, agar Leon selalu mengingat semua orang di kota itu selamanya.
- Ouvren Town -
- At Front Of Ouvren Town Gate-
- In the Morning -

Semua penduduk berbaris di sepanjang jalan melepaskan Leon untuk pergi.

“Terima kasih semuanya. Aku pasti tidak akan melupakan kalian, Ouvren Town adalah kota yang menyenangkan!” ujar Leon dan membungkuk hormat kepada semua penduduk Ouvren Town.

“Mr. Leon, ini.” Seorang anak kecil menghampiri Leon dan menyerahkan sebuah jubah coklat kusam kepada Leon.

“Ayahku menemuinya di depan kediaman Louverdis Family tadi pagi dan ibuku menjahitkan lubang-lubang pelurunya untukmu.”

“Ah, terima kasih. Kupikir sudah jubah ini sudah hancur tak berbentuk lagi karena bom yang kulempar waktu itu. Terima kasih ya, siapa namamu?” Tanya Leon sembari menerima jubah dari anak tersebut dan mengenakannya.

“Brad!”

“Oke Brad. Jangan sampai bergabung dengan kawanan seperti Louverdis Family ketika sudah dewasa ya? Kau harus lakukan semua yang kau bisa untuk melindungi kota ini dan juga keluargamu.”

“Hmm,” angguk anak itu riang. Dengan tersenyum Leon mengelus kepala anak itu.

Leon membalikkan badannya dan sudah bersiap pergi ketika sebuah suara kembali menghentikannya.

“Mr. Leon!” Seorang gadis kecil yang berkepang 2 berlari kecil menghampirinya.

“Mr. Leon, ini jimat yang diberikan ayah untukku sebelum ayah meninggal di medan perang. Jessica ingin Mr. Leon yang memeganya. Jimat ini akan melindungi Mr.Leon dari semua bahaya,” jelas gadis kecil yang bernama Jessica itu dengan polos dan memberikan sebuah kalung dengan kantung kecil di tengahnya. Leon lalu duduk agar gadis kecil itu dapat memakaikan kalung itu di lehernya.

“Terima kasih. Tapi, apa tidak apa-apa? Bukankah ini momento dari ayahmu?” tanya Leon setelah kalung itu terikat di lehernya.

“Tidak apa-apa. Tapi, sebagai gantinya saat Jessica dewasa nanti, maukah Mr.Leon menikahi Jessica?” tanya gadis kecil itu penuh harap.

“…….”

“Aku tidak bisa berjanji…..” kata Leon dengan nada sedih.

“Eh, kenapa?” terdengar kekecewaan dari gadis kecil itu.

Leon hanya bisa tersenyum. Ia tidak ingin menghancurkan hati anak kecil yang masih polo situ dengan janji palsu. Ia tidak dapat membiarkan seorang gadis kecil menunggunya untuk kembali ke kota itu selama puluhan tahun sementara ia mungkin sudah mati di suatu tempat karena hal-hal berbahaya yang ia lakukan.

“Jessica, Mr.Leon tidak bisa berjanji karena Mr.Leon sudah mempunyai orang yang dicintainya, bukankah begitu?” Kata Ibu Jessica menjelaskan pada Jessica.

“….. Ya.” jawab Leon tersenyum agar gadis itu bisa berhenti berharap.

“Begitu ya…..,kata Jessica yang masih terdengar sedih.

“Tetapi aku yakin. Jessica pasti akan mendapatkan calon suami yang lebih baik dariku!” kata Leon menghiburnya.

“Apa benar!?” kembali teredengar keceriaan di kata-kata Jessica.

“Ya, itu benar. Bagaimana dengan Brad?” tawar Leon tersenyum jahil.

“Hah? Tidak, tidak dengan Brad. Dia itu nakal dan jahil. Pokoknya tidak!” tolak Jessica dengan pipi di tembemkannya sementara Brad yang mendengar hal itu balik membalas.

“Siapa juga yang mau dengan cewek gendut sepertimu?” Dan terjadilah pertengkaran kceil antara kedua anak itu yang membuat semuanya lalu tertawa bersama.

“Kalau begitu, aku pergi!!!” teriaknya kepada semua penduduk Ouvren Town.

“Sampai jumpa lagi, Mr.Leon!!!” teriak Brad dan Jessica hampir berbarengan yang membuat mereka sepertinya ingin memulai pertengkaran lagi.

Kalian sudah seperti pasangan suami istri, goda Leon yang sukses mendapatkan sorotan mata tajam dari kedua anak itu.

“Hahaha, bercanda, bercanda.” Ia lalu melambaikan tangan kepada semua orang.

Sampai jumpa lagi semuanya!”

~~~~~~~


END OF ACT 1
TO BE CONTONUED IN ACT 2

0 komentar:

Posting Komentar