Favorite Story
-
She’s a Vampire introduction Genre: Supranatural, Mistery, Romance Comedy, Drama Synopsis: Y amada Tendou (17) Sebenarnya hanyala...
-
Chapter 5 Gadis vampire pembuat masalah' Bag 4 “Eng... Forte?” Kataku. “Panggil saja Cylenne.” Katanya sembari menggandeng...
-
Act 1 Prologue: Remember My Name! Chapter I (Part A) - Ouvren Town - - Inside Hogg bar - - At Mid day - “Louverdis Family?” seru Dugs H...
-
Act 1 Prologue: Remember My Name! Chapter IV (Part A) DOOOR! DOOOR! DOOOR! - Ouvren Town - - In a room at top floor(6 th floor...
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
Minggu, 08 Juni 2014
- “Will you keep my secret?” Katanya tersenyum dengan manis sembari menempelkan telunjuk kanan di bibirnya.
Chapter 2Tetap jaga rahasia itu yaBag 2~Flashback~
Aku hanya bisa mengangguk. Tentu saja aku tidak bisa menggeleng dan mengatakan, ‘No, I don’t want to keep your secret!’ Bisa-bisa darahku dihisap sampai kering olehnya.
“Good…” Katanya masih dengan tersenyum. Dia lalu kembali ke tempat temannya yang kini sedang mengangkat kedua orang yang barusan mereka hisap darahnya (kuat banget!!!).
“Let’s go” Kata si cewek berambut ungu dan mengenakan kimono yang juga bewarna ungu. Temannya yang memiliki rambut hitam dan mengetakan kimono merah hanya mengangguk. Mereka berdua lalu berjalan dan berdiri dipagar pembatas atap. Apa mereka ingin lompat?!
Sebelum mereka berdua melompat, si cewek berambut ungu membalikkan tubuhnya ke arahku dan berkata dengan tersernyum,
“Ingat yah, jangan katakan hal yang barusan kau lihat ini kepada siapapun” Lalu mereka berdua melompat dari sana.
Aku hanya bisa tertegun selama beberapa saat, sebelum aku berhasil mendapatkan kesadaranku dan berlari ke arah pagar pembatas. Mereka berdua sudah tidak ada lagi di bawah, tetapi mereka meninggalkan 2 orang murid lelaki yang mereka hisap darahnya di bawah. Aku lalu mencari diary-ku yang kutinggalkan siang tadi dan menemukannya. Setelah itu aku langsung berlari ke bawah.
Ketika sampai di depan gedung sekolah, kulihat kedua siswa itu masih tergeletak tak sadarkan diri di tengah lapangan sekolah. Dengan hati-hati aku mendekati mereka, takut kalau-kalau mereka telah berubah menjadi vampire.
Aku menusuk-nusuk tangan salah satu dari mereka dengan ranting yang kutemukan disekitar. Bermaksud untuk membangunkan tanpa harus mendekatinya. Orang yang kutusuk-tusuk dengan ranting itu perlahan-lahan sadarkan diri. Dengan reflex, aku langsung menjauhi mereka beberapa meter.
“Hmm…” Katanya sambil memegang kepalanya yang mungkin sedang pusing karena baru bangun.
“Kau… Tidak apa-apa?” Tanyaku hati-hati.
“… Siapa kau? Dan, kenapa aku ada disini?” Tanyanya ketika menyadari keberadaan kami.
“A… aku juga tidak tahu. Aku kesekolah karena ingin mengambil sesuatu lalu aku melihat kalian tergeletak di sini. Apa kau sama sekali tidak mengingat sesuatu?” Aku membohongi mereka di beberapa bagian.
“Hmm… Entahlah.” Katanya yang mungkin masih pusing.
“Tunggu dulu. Sepertinya aku mengingat sesuatu… Oh ya! Tadi aku aku dan Mito bertemu 2 cewek cantik dan mengajak mereka kenalan.” Katanya menepuk tangannya karena mengingat kejadian sebelumnya. Sepertinya, orang yang masih pingsan di sebelahnya bernama Mito.
“Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?” Kataku dengan rasa penasaran.
“Hmm… Lalu kami pergi karaoke bersama dan… Tidak ingat apa-apa lagi. Apa waktu itu aku jatuh tertidur? Tapi perasaan waktu itu kami sama sekali tidak memesan minuman keras” Katanya sambil berpikir.
“Dan kenapa juga kami berada di sini sekarang? Kemana kedua cewek itu?” Katanya lagi.
“Ma… Mana aku tahu. Mungkin waktu itu si pelayan tidak sengaja memberi kalian minuman keras dan mabuk, lalu kalian pulang dan tanpa tersadar tertidur disini.” Kataku berbohong. Sepertinya aku tahu lanjutan dari cerita dia yang sebenarnya. Tapi mana mungkin aku bilang, ‘Sebenarnya 2 cewek yang kalian temui itu vampire dan darah kalian telah dihisapnya. Mungkin kalian berdua juga akan menjadi vampire!’ Bukankah aku sudah berjanji dengan si cewek vampire itu kalau aku akan menjaga rahasianya. Kalau dia masih disini dan mengawasiku, bisa-bisa dia akan datang dan menghisap darahku!
“Begitu ya…?” Katanya dengan tidak yakin.
“Yah, mungkin begitu. Kalau begitu, dah!” Kataku melambaikan tanganku kearah mereka lalu langsung berlari sekuat tenaga menjauhi mereka. Secara sepintas kulihat orang itu membalas lambaikanku dengan terheran-heran.
~Flashback End.~
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
Search
Archives
-
▼
2014
(29)
-
▼
Juni
(29)
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 1
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 1
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 4 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 4 (A)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 3 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 3 (A)
- Short Story: Because Night and Day Cannot Stand To...
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 2 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 2 (A)
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 1
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 1 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 1 (A)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Introduction
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 1
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 1
- She's a Vampire: Introduction
-
▼
Juni
(29)
Categories
- Action (24)
- Adventure (9)
- Comedy (15)
- Drama (15)
- Fantasy (9)
- horror (1)
- mystery (1)
- Romance (15)
- Scifi (9)
- She’s a Vampire (15)
- short story (1)
- Supernatural (15)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale (9)

0 komentar:
Posting Komentar