World Of Warcraft, WoW Short Sword

Favorite Story

Diberdayakan oleh Blogger.

My Avatar

My Avatar
http://dreamself.me/
Senin, 30 Juni 2014
Chapter 5
Gadis vampire pembuat masalah'
Bag 3

Aku selesai berlari tepat ketika bel istirahat pertama berbunyi. Haaah... Benar-benar melelahkan. Masamori-Sensei benar-benar sudah tidak waras! Apakah wajar untuk menyuruh muridnya berlari 70 keliling? Dan ini semua karena si cewek vampire itu! Dia menyuruhku memakan hidangan full course buatannya untuk sarapan pagi. Otomatis aku terlambat.


Sembari mengusap keringatku yang terus berjatuhan dari sudut dahiku, aku menoleh kepadanya. Dia sedang duduk di kursi panjang di samping lapangan dan tersenyum menunggu selesai berlari. Walaupun dia berhasil menyelesaikan lari 20 kelilingnya hanya dalam waktu 5 menit, dia memohon kepada Masamori-Sensei untuk mengizinkan dia menungguku hingga selesai ketimbang langsung kembali ke kelasnya. Karena Masamori-Sensei memiliki fetish kepada cewek loli, dia mengiyakan begitu saja.

Si cewek vampire itu berdiri dan menyerahkan sebotol air mineral padaku yang masih berdiri terengah-engah di lapangan.

“Ini, kau pasti sangat capek kan?” Katanya tersenyum manis.

Aku langsung mengambil air itu dan meminumnya tanpa berkata apapun padanya. Haaah, meminum sebotol air seteah berlari ternyata benar-benar segar.

“Oh ya, itu tadi air minum bekasku. Aaah... Kita ini benar-benar seperti sepasang kekasih. Meminum air dari botol yang sama. Bagaimana rasanya ciuman tidak langsung dariku?” Dia terlihat sangat senang dan tersenyum. Setelah dicium dua kali olehnya, sekarang aku mendapatkan ciuman tidak langsung dari seorang vampire. Hal romantik yang kubayangi kulakukan dengan pacarku (yang tentu saja harus manusia biasa), kini kulakukan dengan seorang vampire yang mengaku-ngaku sebagai pacarku!

“Kenapa? Kau terlihat sangat pucat. Kau pasti kecapekan ya? Apa mau pergi ke UKS?” Tanyanya dengan nada khawatir yang aku tahu hanya pura-pura saja.

“Ah, tidak. Aku akan langsung ke kelas saja” Hiks,,, Ini semua karenamu tahu.

“Baiklah. Kalau begitu, ayo kita pergi ke kelas bersama!” Katanya riang. Kami lalu berjalan ke arah gedung sekolah diiringi bunyi bel pertanda waktu istirahat pertama tlah habis
~~~~~

0 komentar:

Posting Komentar