Favorite Story
-
She’s a Vampire introduction Genre: Supranatural, Mistery, Romance Comedy, Drama Synopsis: Y amada Tendou (17) Sebenarnya hanyala...
-
Chapter 5 Gadis vampire pembuat masalah' Bag 4 “Eng... Forte?” Kataku. “Panggil saja Cylenne.” Katanya sembari menggandeng...
-
Act 1 Prologue: Remember My Name! Chapter I (Part A) - Ouvren Town - - Inside Hogg bar - - At Mid day - “Louverdis Family?” seru Dugs H...
-
Act 1 Prologue: Remember My Name! Chapter IV (Part A) DOOOR! DOOOR! DOOOR! - Ouvren Town - - In a room at top floor(6 th floor...
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
Senin, 30 Juni 2014
Chapter 5
Gadis vampire pembuat masalah'
Bag 1
Aku mendengar sebuah bisikan yang lembut memanggil namaku. Aku membuka mata, betapa kagetnya aku. Gadis vampire itu sekali lagi berada di atas tubuhku!!
“Waaa! Kenapa kau selalu melakukan hal seperti ini?!” Aku mendorong tubuhnya, wajahku juga bersemu merah. Siapa yang tidak malu kalau sedang berada dalam situasi seperti ini?
“Sudah jam 7. Cepat bangun, mandi dan sarapan. Lalu berangkat sekolah bersama.” Katanya. Dia menarikku agar berdiri dan mendorongku keluar dari kamar.
“Aku benar-benar bingung, kenapa kau bisa masuk ke kamarku? Dan sekolah kita masuk jam 8. Jadi tidak usah tergesa-gesa.” Kataku kepadanya.
“Kau lupa? Aku ini vampire. Walaupun half-blood vampire, aku tetap bisa berubah menjadi kelelawar. Aku masuk dari jendelamu.”
Aku ingat, aku tidak pernah mengunci jendela kamarku. Lain kali akan kukunci jendela itu biar dia tidak dapat masuk seenaknya.
“Tapi, bukannya katamu half-blood vampire tidak dapat berubah jadi kelelawar?” Tanyaku heran karena nyatanya dia dapat berubah jadi kelelawar.
“Oh… Itu karena aku special” Dia tersenyum.
“Spesial? Maksudmu?”
“Ra-ha-si-a. Tapi kalau kau mau memberikan darahmu, aku akan memberitahukannya” Katanya dengan seringai liciknya yang menyebalkan.
“Tidak usah. Terima kasih. Ngomong-ngomong, di mana temanmu itu?” Aku bertanya tentang cewek vampire satunya yang berambut hitam karena aku sama sekali tidak melihatnya sedari tadi.
“Tentu saja dia berangkat sekolah sendiri. Mana mungkin aku akan mengajak pihak ketiga dalam hubungan kita?”
Jawabnya lalu menatapku dengan centil sembari melingkarkan kedua tangannya di tangan kiriku. Ihhh, sifat yang seperti ini benar-benar membuatku merinding geli! Lagipula, hubungan apa yang dia maksud? Pacaran? Aku sama sekali belum bilang setuju untuk itu!
“Tolong, bisa kau… Lepaskan?” Aku menarik paksa lengan kiriku. Kulihat dia cemberut kesal karena aku tidak ingin dipegang-pegang olehnya.
Aku lalu membuka pintu kamarku dan berjalan menuju dapur, membuka kulkas dan mengambil ramen yang kusimpan di lemari untuk di makan.
“Tunggu, apa yang ingin kau makan?” Tanyanya begitu melihatku ingin merebus air.
“Ramen. Tidak tahu?” Tanyaku sembari menunjukkan ramen yang kupegang kepadanya.
“Tentu saja tahu. Tapi makanan instant itu sangat tidak sehat!” Katanya lalu merebut ramen itu dari tanganku. Sebagai orang yang minum darah, kau tidak berhak untuk bilang kalau makanan yang kumakan tidak sehat!
“Hei, kembalikan!” Seruku. Tapi dia dengan lincah menghindariku lalu berlari ke sana kemari. Akhirnya waktu selama 15 menit dihabiskan untuk bermain kejar-kejaran.
“Tunggu… Hosh… Hosh… Sekarang sudah jam 07.15, sebaiknya kau segera mengembalikan ramenku karena sebentar lagi aku mau berangkat ke sekolah.” Aku berhenti mengejarnya dan memilih untuk membujuknya.
“Ti-dak! Pokoknya aku tidak ingin punya pacar yang mempunyai kebiasaan makan yang tidak sehat!” Katanya yang sekarang sedang berdiri di atas sofa milikku. Ughh… Siapa juga yang ingin jadi pacarmu!
“Jadi, apa solusimu?” Tanyaku kepadanya. Sekarang aku sangat lapar, ditambah karena mengejar-ngejarnya selama seperempat jam tadi.
“Hmmm… Baiklah. Aku akan memasakkanmu sesuatu” Katanya setelah berpikircukup lama.
“Haaah? Tapi aku tidak punya bahan makanan?!” Aku mencobaa menjelaskan kepadanya.
“Tidak apa. Aku akan kembali ke rumah untuk mengambil bahan masakan.” Katanya sambil tersenyum.
“Mana sempat!” Seruku.
“Sekarang sudah jam 07.20, dan jalan kaki dari sini ke sekolah makan waktu 20 menit. Jadi, aku Cuma punya waktu 20 menit untuk mempersiapkan semuanya.”
“Kalau begitu cepatlah mandi dan membereskan buku-buku pelajaranmu. Aku jamin ketika kau sudah menyelesaikan semuanya, makananmu sudah siap tersaji. Kalau begitu, bye.” Tanpa menunggu jawabanku, dia merubah dirinya menjadi kelelawar lalu terbang keluar. Dasar, benar-benar seenaknya saja!.
~~~~~
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
Search
Archives
-
▼
2014
(29)
-
▼
Juni
(29)
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 1
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 1
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 4 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 4 (A)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 3 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 3 (A)
- Short Story: Because Night and Day Cannot Stand To...
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 2 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 2 (A)
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 1
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 1 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 1 (A)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Introduction
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 1
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 1
- She's a Vampire: Introduction
-
▼
Juni
(29)
Categories
- Action (24)
- Adventure (9)
- Comedy (15)
- Drama (15)
- Fantasy (9)
- horror (1)
- mystery (1)
- Romance (15)
- Scifi (9)
- She’s a Vampire (15)
- short story (1)
- Supernatural (15)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale (9)

0 komentar:
Posting Komentar