Favorite Story
-
She’s a Vampire introduction Genre: Supranatural, Mistery, Romance Comedy, Drama Synopsis: Y amada Tendou (17) Sebenarnya hanyala...
-
Chapter 5 Gadis vampire pembuat masalah' Bag 4 “Eng... Forte?” Kataku. “Panggil saja Cylenne.” Katanya sembari menggandeng...
-
Act 1 Prologue: Remember My Name! Chapter I (Part A) - Ouvren Town - - Inside Hogg bar - - At Mid day - “Louverdis Family?” seru Dugs H...
-
Act 1 Prologue: Remember My Name! Chapter IV (Part A) DOOOR! DOOOR! DOOOR! - Ouvren Town - - In a room at top floor(6 th floor...
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
Rabu, 11 Juni 2014
Act 1
Prologue: Remember My Name!
Chapter I (Part A)
- Ouvren Town -
- Inside Hogg bar -
- At Mid day -
“Louverdis Family?” seru Dugs Hogg, pemilik Hogg bar, mengulangi ucapan pelanggan yang duduk di depannya untuk memastikan bahwa ia tidak salah dengar.
“Ya. Kudengar Louverdis Family merupakan keluarga mafia terbesar di kota ini. Mereka bahkan mengambil pajak dari penduduk kota sebagai uang perlindungan,” lanjut sang pelanggan sembari menenggak minuman yang dipesannya.
Dugs menghentikan kegiatannya mengelap gelas minuman. Ia lalu mencodongkan tubuhnya ke arah pelanggan tersebut seraya berbisik.
“Sebaiknya pelankan suaramu jika ingin bicara soal itu. Asal kau tahu saja, lebih dari setengah orang yang ada di dalam bar ini merupakan anggota Louverdis Family,” kata Dugs lalu kembali melanjutkan kegiatannya mengelap gelas minuman.
“Heee…..,” ujar pelanggan itu pernuh arti dan meneruskan minumnya.
Tiba-tiba, beberapa orang yang duduk tidak jauh dari mereka berdiri dan berjalan mendekati pelanggan tersebut.
BRAAAK!
Salah satu dari orang-orang yang bertampang layaknya mafia itu menggebrakkan tangannya ke meja sang pelanggan yang sukses membuat pemilik bar, Dugs terkejut.
“Hei, hei, hei. Kudengar tadi kau bertanya tentang Louverdis Family. Kau beruntung. Kami ini anggota Louverdis Family. Nah, apa yang ingin kau tanyakan?” ujar lelaki berkacamata hitam, bertopi hitam dan berjas hitam dengan bekas luka panjang di pipi kanannya dengan nada sinis.
Sang pelanggan itu hanya diam saja dan melanjutkan minumnya. Karena tak dianggapi, lelaki seram yang bernama Jeff itu memanas. Ia menggebrak meja itu sekali lagi dan memegang kerah baju si pelanggan yang masih asik dengan minumnya itu.
“Hei, apa kau tuli? Kau berani melawan Louverdis Family?!” tanyanya dengan raut wajah penuh amarah.
Si pelanggan yang merasa terganggu dengan tindakannya langsung menghantamkan gelas minumannya yang kini sudah kosong ke kepala Jeff hingga pecah yang menyebabkan ia berteriak kesakitan dan melepaskan tangannya dari kerah sang pelanggan tersebut. Hal ini menarik kemarahan semua anggota Louverdis Family yang berada di dalam bar itu dan segera mengeluarkan pistol dari saku-saku mereka.
Suasana bar menjadi tegang. Dugs Hogg berharap tidak akan terjadi baku tembak di dalam barnya. Bagaimanapun, yang akan menanggung biaya kerusakan barnya nanti adalah ia sendiri.
“Ah, maaf. Kukira tadi ada lalat yang hinggap di kerah bajuku, jadi aku memukulnya dengan spontan. Aku tidak menyangka bahwa itu ternyata manusia,” kata si pelanggan dengan nada ringan seolah tanpa rasa bersalah.
“KAAAU!!!” teriak Jeff kesal karena disamakan dengan lalat. Semua anggota Louverdis yang masih duduk pun kini telah berdiri semua dan mengarahkan semua senjata mereka ke arah si pelanggan itu.
“Kau sudah bosan hidup ya? HAH?! Mati kau! Tembak!!!” Teriak Jeff mengkomando teman-temannya untuk menembak sang pelanggan malang itu.
Dugs Hogg langsung tiarap dan bersembunyi di bawah meja barnya. Ia hanya bisa pasrah menerima kerugian yang akan ditanggunya dalam membetulkan barnya yang rusak parah nanti.
DOR! DOR! DOR!
Rentetan bunyi peluru terdengar memenuhi bar yang tidak dapat dikatakan besar itu. Puluhan peluru menembus tubuh sang pelanggan yang malang dan memecahkan puluhan botol minuman yang tersusun rapi di rak etalase. Darah sang pelanggan misterius itu tak luput mewarnai dinding bar kecil itu.
Sungguh malang nasibnya. Timah panas menghujam seluruh tubuhnya, dari kaki hingga kepala. Sebelum jatuh berdebam ke lantai, ia menatap para penembaknya dengan tatapan tak percaya Adegan yang terjadi hanya dalam hitungan detik itu sukses pelanggan lain yang menyaksikannya menjadi ngeri dan berteriak ketakutan. Ada yang menutup mata, ada yang ingin muntah bahkan pingsan. Dugs Hogg membuka matanya dan keluar dari bawah meja bar saat diyakininya tidak ada bunyi suara tembakan lagi. Apa yang ada dihadapannya adalah tubuh si pelanggan misterius yang sudah tak bernyawa dengan darahnya yang tersebar ke semua arah. Bau pesing darah itu membuatnya mual.
“Hei, Pak Tua! Cepat bersihkan mayat sampah ini. Benar-benar menganggu pemandangan saja!” Jeff memerintahkan Dugs seraya menendang-nendang tubuh malang yang sudah tak bernyawa itu.
“Hahaha…. Rasakan,” tawanya.
‘Ugggh…. Kalau membuat kekacauan di sini, setidaknya kalian sendiri yang bereskan,’ ujar Dugs mengomel dalam hati.
Rombongan Louverdis Family berjalan keluar dari bar itu sambil tertawa-tawa. Mereka membawa salah satu jari pelanggan itu sebagai momento.
~~~~~~~
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
Search
Archives
-
▼
2014
(29)
-
▼
Juni
(29)
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 1
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 1
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 4 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 4 (A)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 3 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 3 (A)
- Short Story: Because Night and Day Cannot Stand To...
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 2 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 2 (A)
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 1
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 1 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 1 (A)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Introduction
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 1
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 1
- She's a Vampire: Introduction
-
▼
Juni
(29)
Categories
- Action (24)
- Adventure (9)
- Comedy (15)
- Drama (15)
- Fantasy (9)
- horror (1)
- mystery (1)
- Romance (15)
- Scifi (9)
- She’s a Vampire (15)
- short story (1)
- Supernatural (15)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale (9)

0 komentar:
Posting Komentar