World Of Warcraft, WoW Short Sword

Favorite Story

Diberdayakan oleh Blogger.

My Avatar

My Avatar
http://dreamself.me/
Kamis, 19 Juni 2014

Chapter 4
Awal dari nasib buruk
Bag 2

Aku membaringkan tubuhku di tempat tidur. Memikirkan semua hal yang terjadi hari ini. Aku benar-benar capek.Sangat capek.

“Cylenne Forte…” Gumamku sembari menatap langit-langit kamar.

Kenapa? Kenapa dia menganggu kehidupanku? Bukankah aku sudah berjanji untuk menjaga rahasianya? Lalu kenapa dia masuk kedalam kehidupanku dan merusak semuanya?!


Aku lalu tertidur dengan semua pertanyaan yang tidak dapat kutemukan jawabannya. Apakah persahabatanku dengan Nanami akan berakhir begitu saja?

Tidak lama setelah aku terlelap, tubuhku menjadi berat. Rasanya ada sesuatu yang berada di atas badanku. Pelan-pelan aku membuka mata. Samar-samar, dapat kulihat sesosok tubuh yang berada dihadapanku, tepat diatas tubuhku. Aku mengedip-ngedipkan mataku karena penglihatanku masih cukup kabur.

Sosok tubuh yang ada di atas tubuhku ini sepertinya seorang wanita dan memiliki rambut yang berwarna ungu serta dikepang 2. Tunggu… warna ungu dan dikepang 2?!

Aku langsung mengangkat kepalaku. Betapa kagetnya aku, yang sekarang sedang duduk di atas tubuhku ini adalah cewek vampire itu?! Dan yang lebih parah, dia sedang bersiap-siap menggigit leherku dengan taringnya yang panjang?!
Aku langsung mendorong tubuhnya. Kuraba leherku serta kuambil cermin kecil yang berada di atas meja di sebelahku. Aman, sepertinya dia belum berhasil menggigit leherku.

“Apa yang baru saja ingin kau lakukan?!” Teriakku kepadanya yang sekarang duduk di hadapanku.
Dia menggebungkan pipinya serta melipat tangannya di dada lalu bicara dengan ketus,

“Kau kan pacarku, jadi terserah aku apa yang akan kulakukan padamu!” Katanya.

“Apa?! Tunggu dulu, siapa yang bilang kau pacarku? Aku sama sekali tidak mengatakan apa-apa! Kau langsung saja pergi waktu itu.” Kataku membela diri.

“Diam tandanya setuju.” Kata-katanya membuatku kesal.

“Kau menciumku lalu berkata kalau kau akan menjadi pacarku. Aku diam saja karena aku shock! Bukan karena aku menerimamu!” Aku membentaknya. Cewek ini benar-benar membuatku kesal!

“Oh… Kau pikir, kau itu siapa? Kau Cuma manusia biasa.” Matanya kembali berubah menjadi merah dan menatapku tajam. Entah mengapa, nyaliku selalu menciut setiap melihat matanya yang berubah menjadi merah.

“Uhhh…” Aku tidak tahu harus bilang apa. Kata-kata yang tadi sempat terpikir untuk aku katakan langsung tertelan lagi.

“Aku minta kau untuk menjaga rahasiaku dan menjadi pacarku. Dan ingat, ini bukan permintaan, tapi perintah!”
Serunya. Mata merahnya menatapku dengan sangat tajam, sukses membuatku termundur hingga ke dinding.
Setelah terdiam cukup lama, kuberanikan diriku untuk bicara.

“Jadi, kenapa harus aku? Maksudku, aku akan menjaga rahasiamu. Kupastikan mulutku tetap terkunci dan tidak ada seorangpun yang tahu kalau kau itu vampire. Tapi, kenapa aku harus menjadi pacarmu?”
Dia masih menatapku dengan tajam. Apa dia tidak suka dengan apa yang kukatakan barusan?

“Tidak ada. Tidak ada alasan khusus. Aku hanya ingin mengawasimu dari dekat. Kita tidak tahu pasti apa kau bisa benar-benar menjaga rahasiaku atau tidak. Karena itu, jika aku menjadi pacarmu, aku bisa mengawasimu lebih baik dan lebih dekat serta dengan cara terang-terangan. Asal tahu saja, mengawasimu orang secara diam-diam itu melelahkan.”
Glek. Ternyata selama ini dia benar-benar mengawasiku!

“A, apa kau tidak punya kemampuan untuk menghapus ingatan seseorang. Dengan begitu, kau tidak perlu susah-susah untuk mengawasiku?” Tanyaku.

“Haaah? Mana mungkin ada kan, dasar bodoh.” Katanya dengan nada jengkel. Uhhh, kenapa kata-katanya selalu membuatku kesal?!

“Asal tahu saja, kami ini bukanlah makhluk super. Kami seperti manusia biasa. Yang membedakannya hanya mata kami yang berwarna merah dan bisa melihat jelas dalam kegelapan, tubuh yang ringan dan dapat terbang serta meminum darah” Dia berkata dengan tatapan sedih.

“Bukan berarti kami ingin dilahirkan seperti ini. Tentu saja kami ingin menjadi manusia biasa. Kau tahu kan, kalau vampire itu tidak dapat kena sinar matahari?”
Aku mengangguk. Ini adalah salah satu hal yang membuatku heran. Dia dapat terkena cahaya matahari walaupun kenyataannya dia adalah vampire?

“Itu karena aku adalah half-blood vampire” Katanya dengan menutup mata sembari menunjuk dirinya sendiri.

“Ya. Artinya, hanya setengah dari darah vampire yang turun ke tubuhku. Ibuku adalah manusia biasa dan ayah Selena juga seorang manusia. Karena itu aku dan juga Selena mempunyai kemampuan seperti manusia biasa dan juga kemampuan vampire” Jelasnya sambil menunjuk seorang cewek yang memakai kimono merah. Ternyata, sedari tadi, temannya yang spertinya bernama Selena itu telah berdiri di tengah kamarku selama ini. Kenapa aku baru saja menyadarinya?!

“Apa saja contohnya?” Aku kembali bertanya kepada cewek vampire itu setelah keterkejutanku karena keberadaan seorang vampire lagi di kamarku.

“Apanya?”

“Maksudku, contoh kemampuan manusia biasa dan kemampuan vampire yang kau miliki” Kataku menjelaskan.

“Ohhh…” Dia tiba-tiba tersenyum dan menatapku dengan seringai licik. Uhh, firasat buruk apa ini?!

“Yah, seperti yang kukatakan tadi, half blood vampire dapat terkena cahaya matahari, tidak terpengaruh dengan benda-benda seperti salib, bawang atau air suci. Kami juga tidak dapat terbang atau berubah menjadi kelelawar seperti vampire normal, tapi kami memiliki tubuh yang ringan sehingga dapat melompat dengan aman walaupun berada di lantai yang tinggi. Penampilan fisik kami juga seperti manusia pada umumnya, hanya saja jika sedang haus dengan darah atau sedang bergairah dalam sesuatu, mata kami akan berubah menjadi merah dan juga gigi taring kami akan memanjang” Dia menjelaskan sambil berjalan merangkak dari ujung tempat tidur dan mendekat kearahku yang sedang duduk dan berada di ujung tempat tidurku yang satunya. Apa yang sedang dia rencanakan?

“Dan…”

Sekarang dia berada tepat di hadapanku lagi. Dia tersenyum dengan licik. Lalu, dia mendekatkan wajahnya padaku! Dia lalu membisikkan sesuatu ke telingaku.

“Orang yang darahnya kuhisap tidak akan berubah menjadi vampire” Dan setelah berbicara begitu, dia kembali ingin menggigit leherku!!! Dengan susah payah kudorong dia.

“Ti… Time out!!!” Teriakku asal-asalan kepadanya.

“Hei! Sudah kubilang kau tidak akan menjadi vampire walaupun darahmu kuhisap. Karena itu tenanglah!” Dia memarahiku dan kembali mendekati tubuhku. Tapi dengan sigap aku meloncat dari tempat tidur dan berlari kearah pintu.

“Selena!” Teriaknya.
Gawat, cewek vampire yang bernama Selena dan memakai kimono merah dengan sigap berlari kearah pintu dan menghadangku. Sedangkan dari belakang, cewek vampire berambut ungu telah turun dari tempat tidurku dan berjalan kearahku. Sekarang aku terkepung dari dua arah!

“Kumohon, aku ini punya penyakit anemia. Walaupun aku tidak akan berubah menjadi vampire, aku bisa mati karena kekurangan darah.” Aku berlutut dan memohon kepada cewek vampire berambut ungu itu.
Dia diam selama beberapa saat lalu berkata,

“Baiklah. Tapi dengan satu syarat.” Katanya.

“Apa?” Tanyaku dengan penuh harap. Yes, aku berhasil lolos!

“Carikan orang agar dapat kuhisap darahnya!” Serunya sembari menunjukku.

“Haaah? Tapi itu…”

“Jadi kau lebih memilih darahmu kuhisap?” Tanyanya memotong kata-kataku.

“… Ti… Tidak.” Akhirnya aku menyerah.

“Good. Kalau begitu, carikan 2 orang korban malam ini juga!” Lagi-lagi dia memerintahkanku dengan seenaknya.

“Malam ini juga? Bagaimana caranya? Tunggu, kenapa harus 2 orang?!”

“Tentu saja kan, untuk aku dan Selena. Cepat cari sekarang juga! Aku tunggu di atap sekolah.”
Ughh… Dia benar-benar menyebalkan!

~~~~~

0 komentar:

Posting Komentar