Favorite Story
-
She’s a Vampire introduction Genre: Supranatural, Mistery, Romance Comedy, Drama Synopsis: Y amada Tendou (17) Sebenarnya hanyala...
-
Chapter 5 Gadis vampire pembuat masalah' Bag 4 “Eng... Forte?” Kataku. “Panggil saja Cylenne.” Katanya sembari menggandeng...
-
Act 1 Prologue: Remember My Name! Chapter I (Part A) - Ouvren Town - - Inside Hogg bar - - At Mid day - “Louverdis Family?” seru Dugs H...
-
Act 1 Prologue: Remember My Name! Chapter IV (Part A) DOOOR! DOOOR! DOOOR! - Ouvren Town - - In a room at top floor(6 th floor...
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
Rabu, 11 Juni 2014
Chapter 3
Aku bisa menjadi pacarmu
Aku bisa menjadi pacarmu
Bag 3
“… Ya… Sama-sama…” Kata Nanami. Dari nada bicaranya, dia sepertinya sangat sedih. Mungkin karena aku memilihnya untuk sandiwara aneh ini.
“Ah, kamu marah ya? Maafkan aku Nanami. Aku tidak bermaksud berkata begitu. Soalnya tidak ada waktu untuk mencari orang lain yang pasti akan menolakku. Karena itu aku memilihmu. Aku benar-benar minta maaf Nanami. Sungguh, aku hanya menganggapmu sebagai sahabat. Tidak lebih dari itu!” Kataku menjelaskan dengan sungguh-sungguh. Aku tidak ingin pertemanan kami terputus karena hal barusan.
“Aku… Hanya sebagai sahabat ya?” Tanyanya. Wajahnya tertunduk. Tapi, dari suaranya dia terdengar sangat marah dan kesal. Apa dia marah karena kuanggap sebagai sahabat saja?
“Bukan! Maksudku, kau itu sahabat terbaik Nanami, sahabat sejati!” Kataku memperbaiki kalimatku. Mungkin Nanami menginginkan kalimat seperti ini.
Suasana kelas kembali hening dan menegang selama beberapa saat. Akhirnya Nanami mengangkat wajahnya.
Glek. Aku menelan ludah, terkejut. Nanami, yang sekarang berada di hadapanku sedang menangis. Ada apa? Apa ada yang salah dari kata-kataku barusan?!
“Ke… Kenapa Nanami? Ada apa? Apa kau memilih untuk tidak kuanggap sebagai sahabat? Yah, memang kau sering mengejekku setiap aku ditolak. Tapi aku selalu menganggap itu sebagai candaan. Apa kau… Sebenarnya sangat membenciku?” Tanyaku dengan hati-hati. Keadaan saat ini benar-benar sama sekali tidak terpikir olehku. Apa yang sebenarnya membuat Nanami menangis?
“Tendou bodoh!!!” Nanami menggunakan nama kecilku yang baru pertama kali ia gunakan untuk memanggilku, mendoromg tubuhku hingga aku terjengkang dan berlari keluar kelas sembari masih menangis.
“Apa yang sebenarnya terjadi…???” Gumamku melihat Nanami yang telah berlari jauh.
“Haaah… Kau benar-benar bodoh Tendou” Kata Sanzou Hattori, salah satu teman sekelasku.
“Apa?” Tanyaku tak mengerti.
“Ya, ya. Kau ini kurang peka. Kau ini tumpul!” Kata Sakaguchi Ayame, yang juga teman sekelasku.
“Ya betul, betul. pantas saja kau selalu ditolak” Kata teman-temanku yang lain.
“Sebenarnya apa maksud kalian? Aku benar-benar tidak mengerti!” Kenapa aku disalahkan tanpa sebab.
“Tendou, dengarkan aku” Kata Masami memegang kedua pundakku dengan tatapan mata serius.
“A… Apa?” Tanyaku.
“Selama ini, kami semua diam saja karena Nanami yang menyuruh kami. Dia ingin kau sendiri yang sadar atasa perasaannya.” Lanjut Masami diiringi anggukan Hiroshi dan teman-teman yang lain.
“Pe… Perasaan apa?” Tanyaku.
Yang lainnya bersorak, ada yang terduduk, ada yang geleng-geleng kepala, bahkan ada yang sampai menangis melihatku. Sebenarnya ada apa?
“Ada apa sih?!” Tanyaku kesal.
“Tendou… aku tahu kau benar-benar tumpul. Karena itu aku akan mengatakannya dengan jelas agar kau mengerti. Nanami sebenarnya…”
“Ah! Terlalu berbelit-belit! Katakan saja langsung pada orang seperti dia!” Kata Riku yang memotong pembicaraan Masami.
“Nanami itu suka padamu! Kau dengar? NANAMI ITU SUKA PADAMU!! DIA CINTA PADAMU!!!”
JDEGAAAR!!!
Lagi-lagi datang bunyi petir yang seolah menyambar telingaku. Tidak mungkin! Ini tidak mungkin terjadi!
“Tapi, tapi, bukankah dia yang menyuruhku untuk menembak anak kelas 2 supaya langsung ditolak?” Kataku beralasan untuk melindungi diriku.
“Kau masih tidak paham ya? Maksudnya itu menyuruhmu menembak anak kelas 2 yang lain, supaya kau pasti ditolak karena insiden menangismu tadi. Dan maksudnya dengan mencari cewek yang pasti menerimamu itu, setelah kau ditolak, segera kau tembak dia!” Kata Riku yang sepertinya sangat geram padaku.
“Tapi, tapi, aku kan tidak tahu kalau Nanami menyukai…”
“Sudah! Tidak usah banyak alasan! Segera kejar Nanami kalau kau tidak ingin dimusuhi sekelas!!!”
Perintah Riku padaku untuk mengejar Nanami. Apa boleh buat. Aku langsung berlari keluar kelas untuk mengejar Nanami.
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
Search
Archives
-
▼
2014
(29)
-
▼
Juni
(29)
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 1
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 1
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 4 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 4 (A)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 3 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 3 (A)
- Short Story: Because Night and Day Cannot Stand To...
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 2 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 2 (A)
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 1
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 1 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 1 (A)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Introduction
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 1
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 1
- She's a Vampire: Introduction
-
▼
Juni
(29)
Categories
- Action (24)
- Adventure (9)
- Comedy (15)
- Drama (15)
- Fantasy (9)
- horror (1)
- mystery (1)
- Romance (15)
- Scifi (9)
- She’s a Vampire (15)
- short story (1)
- Supernatural (15)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale (9)

0 komentar:
Posting Komentar