World Of Warcraft, WoW Short Sword

Favorite Story

Diberdayakan oleh Blogger.

My Avatar

My Avatar
http://dreamself.me/
Minggu, 08 Juni 2014
Chapter I

Will you keep my Secret?

Bag 2

“Ten-chan, Buka mulutnya yang lebar” kata Kotomi, pacar nomor 1 menyuruhku membuka lebar mulutku karena dia ingin meyuapiku kari buatannya.

“Aaaaa….” Kataku dan melahap kari yang ia suapi.

“Ten-chan, ini minumnya” Hana, pacar nomor 5 ku memberikan aku jus nanas yang dibuatnya sendiri.

“Hmm… Segar!” Kataku.

“Ten-chan, coba cicipi brownies buatanku.” Emiru, pacar nomor 13 ku menyuapi potongan brownies buatannya kemulutku.

“Enaaak!” Teriakku.

“Ten-chan”

“Ten-chan”

“Ten-chan”

Ke-13 pacarku saling memanggil dan memberikan makanan buatan mereka kepadaku. Mereka saling cemburu dan berebut untuk memenangkan perhatianku. Ahhh.... Memiliki banyak pacar ternyata sangat menyenangkan sekaligus menyusahkan…

“….da”

“…mada…”

“Yamada…”

“YAMADA TENDOU!!!”

Uwaaa! Aku langsung terlonjak kaget karena suara teriakan di telingaku barusan. Kulihat keaadaan di sekeliling. Aku berada di ranjang di UKS. Masami, Hiroshi dan Nanami berada disampingku. Itu berarti… hal menyenangkan tadi Cuma mimpi?!!

“Ada apa sih Nanami?” Aku menggosok-gosok telingaku yang kelihatannya akan tuli karena diteriaki oleh Nanami barusan.

“Itu karena kau tidak bangun-bangun! Cuma karena ditolak aja sampai pingsan segala. Malu tahu!” Katanya marah-marah sambil menunjuk-nunjuk diriku.

“Mau bagaimana lagi, aku sudah ditolak untuk yang ke-13 kalinya! Bukan salahku kalau sampai pingsan. Aku pasti akan mendapatkan hal yang sangat burk setelah ini!” Kataku yang kesal karena di marahi.

“Kau itu ya…” Wajah Nanami terlihat sangat merah. Gawat, ternyata hal buruk benar-benar akan terjadi. Sebentar lagi gunung merapi mau meletus!

“Ah, ngomong-ngomong kenapa kau bisa ada di sini Nanami?” Aku dengan cepat mengganti topik pembicaraan. Akan sulit menghentikan ocehan Nanami kalau dia sudah meletus.

“Sepertinya tadi ada murid kelas lain yang datang ke kelas kita dan bilang kalau kau pingsan. Setelah itu Nanami langsung datang ke sini dengan ekspresi wajah khawatir” Kata Masami.

“Ya, orang itu bilang kalau kau pingsan. Karena itu aku langsung berlari kemari. Tapi kalau aku tahu kau pingsan karena ditolak cewek, aku pasti tidak akan mengkhawtirkanmu! Rugi sekali aku mngkhatirkanmu barusan.” Kata Nanami dengan nada jengkel sambil melipat tangannya dan menutup matanya. Wajahnya terlihat merona merah, apa dia masih marah atau karena hal lain?

“Ya, kau benar…” Sebaiknya aku menyetujui kata-kata Nanami, daripada bencana gunung merapi yang akan dating kalau aku tetap membalas perkataanya.

Nanami terdiam dan menatapku. Dari sorot matanya, aku tahu kalau ia ingin mengatakan sesuatu padaku, tapi apa yang ingin dia katakan?

“Hm, bagaimana kalau denganku?” Katanya setelah terdiam cukup lama. Wajahnya masih memerah. Apa dia masih marah atau sedang demam?

“Apa maksudmu?” Kataku yang tidak mengerti perkataannya.

Dia terlihat agak kecewa dan wajahnya sudah tidak memerah lagi. Mungkin karena marahnya sudah hilang.

“Ah, sudahlah. Lupakan. Sebaiknya kita segera masuk ke kelas, pelajaran sudah mulai sejak 10 menit lalu” Katanya.

“Kau benar! Ayo cepat kita kembali kekelas!” Kataku. Kami lalu berpamitan dengan Hirono-Sensei, dokter UKS lalu berlari secepatnya ke kelas.

Di perjalanan ke kelas aku masih memikirkan kata-kata Nanami di UKS tadi. Tapi aku sama sekali tidak mengerti maksudnya. Mungkin itu bukanlah hal yang penting.

0 komentar:

Posting Komentar