World Of Warcraft, WoW Short Sword

Favorite Story

Diberdayakan oleh Blogger.

My Avatar

My Avatar
http://dreamself.me/
Rabu, 11 Juni 2014
Act 1
Prologue: Remember My Name!
Chapter II (Part B)

- In a room at top floor(6th floor) Louverdis Family Residential -

“Apa yang terjadi di luar?” seorang pria bertubuh gendut dan pendek yang memakai jas putih dengan dalaman kemeja hitam garis-garis merah bertanya kepada pria yang tampak masih muda yang berdiri disebelahnya.

Pria yang bermata sipit, memakai baju hitam dengan model baju ala timur dan rambut hitam dijalin itu melihat keluar dari kaca jendela.

“Sepertinya ada seorang pembuat onar di luar sana,” katanya kepada si penanya tadi yang duduk di kursi kerjanya yang nyaman dan berkumis putih dengan rambut yang sudah ubanan serta menghisap cerutu.


“Ohh…?” Kata lelaki yang diketahui merupakan pimpinan Louverdis Family, Ivanov Louverdis itu sambil menghisap cerutunya lagi.

“Berani sekali ada orang yang berbuat kerusuhan di tengah malam begini, di kediaman Louverdis Family pula. Apa dia tidak tahu bagaimana mengerikannya Louverdis Family itu, ya kan Tao-Lee?” ujarnya meminta ucapan dukungan dari laki-laki bermata sipit yang berdiri di sebelahnya itu. Namun pemuda yang bernama Tao-Lee itu hanya diam saja.

“Hahaha…. Paling dia sudah mati sekarang. Yah, itu berkat pistol yang telah kau buat itu. Berkatmu, aku bisa menguasai Ouvren Town ini dengan mudah. Bahkan pistol yang digunakan para sheriff itu tidak ada tandingannya dengan pistol buatanmu yang kekuatan tembakannya 10x lebih cepat dan lebih kuat dari pistol buatan Alchemist lain…. Fuuh….,” katanya tertawa sambil menghisap  dan menghembuskan cerutunya.

“Sebaliknya, saya sangat berterima kasih karena tuan Ivanov telah memberi saya biaya untuk membeli bahan-bahan yang dapat saya gunakan dalam mebuat senjata-senjata baru yang lebih kuat lagi.” Tao-Lee merendahkan dirinya.

“Hahaha…. Tentu saja. Berapa pun akan kuberi karena pada akhirnya senjata itu kau buat untukku. Hahaha,” kata Ivanov lagi sambil tertawa yang kembali dib alas dengan diam dan tanpa ekspresi oleh Tao-Lee.

- At Front Of Louverdis Family Residential -

BRUGGH!

Bunyi tubuh terjatuh ke tanah. Ia adalah Paul. Sebelum ia sempat menekan pelatuknya, lelaki itut telah lebih dulu mengeluarkan pistolnya dan menembak tepat menembus tengah-tengah dahi Paul itu yang membuatnya mati seketika. Darah mengucur deras keluar dari dahinya.

DOR! DOR!

Ia melancarkan 2 tembakan lagi sembari berlari maju dan berhasil mengambrukkan dua orang penjaga lainnya.

DOOOR! DOOOR! DOOOR!

Kali ini para giliran para penjaga yang membalas yang dapat dihindarinya dengan mudah dengan kecepatan yang tidak bisa dikatakan biasa. Namun ada 1 tembakan yang tidak dapat ia hindari dan sukses menyerempet bahu kanannya. Kontan bahunya terasa sangat perih seolah sudah benar-benar tertembak walau hanya terserempet saja.

‘Ternyata benar rumor yang mengatakan kalau pistol milik Louverdis Family sangat cepat dan kuat. Bahkan pelurunya masih dapat mengejarku walau sudah bergerak dengan kecepatan ini,’ gumamnya terdesak.

DOR!

Balasnya. Kali ini satu lagi tubuh penjaga ambruk. Ia berhasil membunuh 4 orang penjaga, namun julah itu terasa sangat sedikit melihat para penjaga yang sepertinya tidak berkurang sama sekali.

DOOOR!

Tembak para penjaga lagi. Namun kali ini ia sukses menghindar dan tidak ada satupun peluru yang mengenainya. Ia lalu menghadiahkan 3 peluru tepat di bagian vital yang membuat 3 penjaga lagi mati seketika. Akhirnya jarak dia dan para penjaga itu semakin dekat. Dia lalu melepaskan jubahnya melemparkan jubah itu untuk menghalau pandangan para penembak dengan tetap berlari tanpa mengurangi kecepatannya ke arah mereka. Selagi para penjaga itu terganggu penglihatannya ia berhasil masuk ke dalam kerumunan para penjaga sehingga mereka menghentikan tembakan sembarang mereka karena takut mengenai temannya yang lain. Lelaki itu memanfaatkan kesempatan ini seraya mengeluarkan dual knife dari kedua sakunya.

Dia mengincar area vital para penjaga dan dengan cekatan menusuk serta menembaskan kedua pisaunya, layak seorang Assassin yang sudah terbiasa melakukan hal seperti itu. 1, 2, 3, 4, 5. Lima  orang lagi telah berhasil dibunuhnya dengan tusukan dan tebasan di leher, jantung dan perut mereka.

Dia terus berlari masuk lebih dalam ke arah para kerumunan penjaga itu sambil terus menusuk serta menebas para penjaga di sekitarnya. Akhirnya ia berhasil mendekati gerbang utama rumah kediaman Louverdis Family. Gerbang yang tingginya 3 meter itu di loncatinya dengan mudah. Ia berdiri di atas gerbang dan mengambil sesuatu dari saku jubahnya. Sebuah bom dan pemantik api. Dihidupkannya api dan dilemparkannya bom tersebut, setelah itu ia meloncat memasuki gerbang.

BOOOM!!!

Suara bom terdengar dari luar gerbang besi itu. Sekarang ia telah berhasil masuk ke dalam lingkungan residential. Ternyata, penjaga disini lebih banyak dari luar. Hampir sebagian orang yang berada dalam residential telah menunggunya disana karena keributan di luar barusan jumlah mereka 4 kali lipat lebih banyak dari penjaga diluar.   

‘Cih! Ternyata lewat jalan depan memang sangat sulit. Aku bisa mati duluan sebelum efek cairan ini habis.’ pikirnya dalam hati.

“MENYERAHLAH!!!” Teriak para penjaga memerintahkannya dan menodongkan pistol padanya.

DOOOR! DOOOR! DOOOR! DOOOR!

Tepat seperti dugaan, dia tidak berhasil menghindari semua tembakan yang tertuju padanya. 4 timah panas berhasil mengenainya. 2 memberikan luka gores pada pipi kanan dan lengan kanan sedangkan 2 lagi berhasil mengenai tangan kirinya dan perut bagian kiri.

‘Ugggh….! Sial!teriaknya kesakitan dalam hati.

‘Aku harus cepat masuk ke dalam residential itu dan menyebarkan liquid merah ini. Atau, aku benar-benar akan mati….’

Dia berlari sekuat tenaga dengan menahan rasa sakit yang di deritanya. Ia berusaha menghindar, tetapi Karena luka tembakan yang di deritanya barusan membuatnya sulit menghindar, sehingga mendapat 3 tembakan baru. 1 di paha kiri dan 2 lagi di perutnya.

Tapi dia tidak peduli dengan semua itu dan tetap berusaha berlari walau efek 5 peluru yang tertanam di tubuhnya membuat kecepatannya menurun drastic hingga akhirnya ia hanya mampu terduduk di tempatnya sekarang dengan para penjaga yang siap melancarkan tembakan sekali lagi.

‘Aku tidak boleh mati! Tidak boleh mati!!!’ teriaknya dalam hati.

‘Aku sudah berjanji untuk menghabisi Louverdis Family kepada mereka. Aku sudah berjanji untuk membebaskan kota ini dari cengkraman Louverdis Family. Aku sudah berjanji dengan Edge dan juga Dia, karena itu, aku tidak boleh mati!!!’

Dan pintu Louverdis Family Residential itu terbuka. Semua penjaga menghentikan tembakan mereka dan melihat ke arah pintu. Mereka membuka blokade agar orang yang berada di depan pintu itu dapat melihat sang lelaki berambut kuning keemasan yang sudah terluka parah. Di depan pintu itu berdiri seorang lelaki bermata sipit, memakai baju cina dan rambut pirang hitam dijalin yang umurnya terlihat tidak terpaut jauh dengan pemuda yang terduduk karena terluka parah itu.

Lelaki berambut kuning keemasan itu dapat merasakan sesuatu yang berbeda, bahwa lelaki yang berdiri di depan pintu itu sama dengannya. Seorang Alchemist.

“Kau…. Alchemist yang membantu Louverdis Family?” tanyanya memastikan .

“….. Ya. Dan kau…. Apa kau juga seorang Alchemist?” Tao-Lee, Alchemist Louverdis Family, balik bertanya.

“Uggh …..Ya…..” katanya dengan memegang luka diperutnya sambil menahan rasa sakit yang dideritanya.

“….. Siapa namamu?” tanya Tao-Lee lagi.

“…….,lelaki berambut kuning keemasan akhirnya menjawab setelah diam selama beberapa saat.

“…..Leon.
 ~~~~~~~

0 komentar:

Posting Komentar