Favorite Story
-
She’s a Vampire introduction Genre: Supranatural, Mistery, Romance Comedy, Drama Synopsis: Y amada Tendou (17) Sebenarnya hanyala...
-
Chapter 5 Gadis vampire pembuat masalah' Bag 4 “Eng... Forte?” Kataku. “Panggil saja Cylenne.” Katanya sembari menggandeng...
-
Act 1 Prologue: Remember My Name! Chapter I (Part A) - Ouvren Town - - Inside Hogg bar - - At Mid day - “Louverdis Family?” seru Dugs H...
-
Act 1 Prologue: Remember My Name! Chapter IV (Part A) DOOOR! DOOOR! DOOOR! - Ouvren Town - - In a room at top floor(6 th floor...
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
Rabu, 11 Juni 2014
Because Night and Day Cannot Stand Together
Aku benci diriku.
Pendek, gendut, kulit kusam berminyak, jerawatan, berwajah bulat, sipit,
kelopak mata tunggal, pokoknya semua hal yang bisa kau bayangkan tentang cewek
buruk rupa ada padaku. Karena itulah, setiap malam aku selalu berdoa agar
terjadi keajaiban yang akan membuatku cantik. Siapapun yang mengabulkannya tak
masalah, entah itu Tuhan ataupun Setan.
Wanita yang paling
kubenci adalah Erika. Kulitnya putih mulus wajahnya selalu cerah. Matanya besar
dengan kelopak mata ganda alami tanpa operasi. Dia juga langsing, dan tingginya
juga pas, tidak terlalu tinggi. Dia juga ramah, selalu menyapa setiap orang,
pintar, pandai olahraga, populer, pokoknya bisa dikatakan dia adalah kebalikan
dari diriku yang pemurung, tidak punya teman, bodoh dan tidak pandai olahraga
ini. Karena hal itulah aku membencinya. Karena dirinya yang cantik, ia bisa
mendapatkan semuanya. SEMUANYA. Puluhan laki-laki mengantri agar menjadi
pacarnya. Seluruh anak cewek mendekatinya agar dapat menjadi teman dekatnya.
Dia juga disukai para guru karena unggul dalam segala hal. Baru-baru ini, ia
bahkan menjadi Ketua OSIS di sekolah kami. Tentu saja hal itu semakin membuatku
membencinya.
Dan kau tahu, perasaan
benci itu semakin lama semakin besar hingga akhirnya muncullah perasaan baru.
Perasaan ingin MEMBUNUHNYA.
Mungkin kalian akan
menganggapku seorang psikopat gila, ingin membunuh seseorang hanya karena ia
punya kelebihan di banding dirimu. Tapi tidak, aku bukanlah psikopat. Aku tahu
hal itu salah, tapi kau pasti ingin melakukan hal yang sama jika menjadi aku.
Kalian berada di dalam tempat yang sama, tapi kalian bagai Siang dan Malam. Yang
satu dicintai semua orang dan yang satu lagi dibenci semua orang. Tidak mungkin
ada dua siang dalam satu tempat. Karena itulah, siang yang ada sekarang harus
dilenyapkan agar malam dapat menjadi siang yang baru.
Setidaknya, itulah
yang aku percaya. Dengan membunuh Erika, aku percaya aku akan mendapatkan semua
yang ia miliki. Kecantikan, Kepopuleran, Kepandaian, semuanya. Hanya dengan
cara itulah, aku bisa mendapatkan semua yang Erika miliki.
Karena itu, aku sudah menyusun rencana untuk membunuhnya dengan
sangat teliti. Dan malam ini, hal itu akan kulaksanakan agar besok akan
terlahir diriku yang baru.
“Halo?” ujarku melalui
telepon umum. Aku tidak bodoh-bodoh amat. Aku tidak ingin semua rencana menjadi
gagal jika polisi berhasil melacakku. Karena itulah aku menggunakan telepon
umum yang berada jauh dari rumah, lalu terlebih dahulu berganti pakaian di wc
umum dan mengenakan topi, kacamata hitam serta masker, agar aku tidak dikenali
oleh orang-orang ataupun dari CCTV.
“Ya?” jawab sebuah
suara yang berasal dari seberang telepon.
“Erika? Ini aku, Miyu.
Aku sedang ada masalah. Kumohon tolong aku. Bisa kita ketemuan sekarang?” Aku
menggunakan nama salah satu teman akrabnya agar ia tidak curiga dan kedokku
juga tidak terbongkar.
“Miyu? Tapi suaramu
agak berbeda.” Ujarnya terdengar curiga. Tapi hal itu juga telah masuk dalam
rencanaku.
“Iya… Hiks, aku baru
saja dipukuli Hiro. Wajahku lebam semua, leherku juga dicekik, karena itu aku
kehilangan suaraku.”
Aku dapat mendengar
suara pekikan kecil dari Erika yang menandakan bahwa ia sangat terkejut. Hiro
adalah pacar Miyu dan Erikalah yang mencomblangkannya. Karena itu ia pasti
sangat tidak yakin bahwa Hiro tega berbuat seperti itu.
“Tolong aku, Erika.
Aku butuh bantuanmu. Tolong temui aku sekarang…” kataku dengan masih pura-pura
terisak.
“… Baiklah, dimana kau
sekarang?” tanyanya lalu aku memberitahukan dimana tempat kami akan bertemu
setelah itu memustuskan panggilan telepon.
Ring Ring Ring
Suara deringan HP
terdengar melalui tasku. Ternyata Erika menelpon Hiro untuk memastikan hal yang
sebenarnya. Tetapi aku telah mengantisipasi hal itu. Aku sengaja membeli hp
yang sama persis dengan punya Miyu dan Hiro, lalu merusak kedua HP itu dan
menukarkan dengan HP mereka yang asli, sehingga mereka tidak akan curiga dan
mengira bahwa HP itu hanya rusak. Bisa gawat kalau sampai mereka melapor
tentang kehilangan HP kepada polisi dan setelah dilacak, HP itu ternyata berada
padaku.
Jadi, yang kulakukan
adalah membiarkan hp itu berdering dan tidak mengangkatnya. Setelah mencoba
untuk menghubungi Hiro selama 2 kali, akhirnya Erika memutuskan untuk
menghubungi HP Miyu. Kali ini aku mengangkatnya.
“Halo, E-Erika?”
kataku terisak.
“Miyu?”
“Erika, kau dimana?
Cepat datang, aku menunggumu di sini,” ujarku memaksanya.
“Tunggu Miyu, aku
segera kesana sekarang,” katanya lalu mematikan sambungan telepon.
Kali ini aku yakin ia
sudah sepenuhnya percaya padaku. Sekarang tinggal menjalankan rencana
berikutnya.
~~~~~
“Miyu? Miyu!” aku
dapat mendengar suara seseorang yang sedang memanggil dalam keadaan panik.
Tempat yang kupilih
ini sangat sempurna, di pelabuhan dekat sebuah gudang yang tidak terpakai lagi.
Tepat tadi sore adalah jadwal pengantaran barang secara massal dan baru akan
kembali siang besok . Karena itulah, malam ini adalah malam sempurna untuk
melancarkan pembunuhan ini. Tidak akan
ada orang yang datang untuk menolongnya walau ia berteriak sekeras
mungkin. Selain itu, setelah membunuhnya, aku dapat membuang mayatnya ke laut
dengan mengikat batu ke tubuhnya agar tidak dapat ditemukan oleh polisi dan
hanya dianggap sebagai orang hilang. Rencanaku sangat sempurna. Aku yakin hal ini
akan berhasil dan besok aku dapat memulai hidupku sebagai siang yang baru.
“Miyu?, Miyu!” ujarnya
lagi. Berbeda dengan melalui telepon, aku tidak akan bisa mengelabuinya jika
aku mengeluarkan suaraku sekarang. Karena itulah, aku hanya diam saja dan sebaliknya
aku memukul-mukul tong minyak kosong di gudang yang tidak terkunci itu untuk memancingnya
masuk kedalam lalu aku pergi bersembunyi di belakang tumupukan tong minyak
kosong.
“Miyu, kau disana?” tanyanya lagi. Sesuai dengan rencanaku, ia masuk
kedalam dan kembali memanggil nama Miyu seraya mengitari isi gudang ini. Akhirnya
jarak kami semakin dekat akhirnya tinggal sedikit lagi aku bisa menyerangnya
secara mendadak dan membunuhnya. Tinggal sedikit lagi.
Ting
Aku yang
terlalu semangat akibat hal itu secara tidak sengaja menyenggol salah satu tong
dari tumpukan tersebut yang menimbulkan bunyi kecil hingga membuatnya tersadar
di mana lokasi persembunyianku. Tapi tak apa. Tak mungkin rencana yang sempurna
ini bisa gagal hanya karena kesalahan kecil.
Namun ternyata
aku salah. Ia terlalu waspada.
“Miyu?
Tolong jawab aku kalau itu kau, Miyu,” katanya dengan tetap diam di tempatnya
sekarang yang berjarak sekitar 5 meter dari tempatku berada.
Sial,
sial, sial! Jika saja jarak kami hanya terpaut 3 meter, aku dapat menyerangnya
secara mendadak ketika ia lengah sehingga ia tidak dapat melawan. Tapi, bukan
hanya jarak kami terpaut 5 meter, ia kini sudah tahu di mana keberadaanku sehingga
ia bisa waspada dan mengelak seranganku lalu kabur untuk meminta bantuan.
Bagaimanapun, aku tidak yakin bisa mengejarnya jika ia lari sekuat tenaga.
Tenang,
aku yakin bisa mengatasi hal ini.
“Hiks...
hiks...” aku mulai menangis. Dengan begitu aku tidak perlu mengeluarkan
suaraku. Untunglah ia mengendurkan kesiagaannya dan kini mulai berjalan maju.
“Mayu...?”
Sedikit
lagi....
....
....
....
SEKARANG!
Aku segera
keluar dari persembunyianku dan menusuknya. Berkali-kali, berulang kali.
Kurusak wajahnya yang cantik itu, kusayat kulitnya yang mulus itu, kupotong
rambutnya acak-acakkan lalu tak lupa kucongkel bola matanya yang indah. Ya,
inilah upayaku. Upaya yang harus kulakukan untuk menjadi siang.
~~~~~
“Kasihan sekali...”
“Jadi anak itu menyakiti dirinya sendiri, ya?”
“Siapa sangka kalau ternyata ia memiliki kepribadian ganda?”
“Untunglah ada seseorang yang berhasil menemuinya, kalau tidak...?”
~~~~~
Sekarang
aku berada di rumah sakit. Walau begitu, jerih payahku berhasil. Aku telah
menjadi siang yang baru menggantikannya.
Seorang
Dokter melangkahkan kakinya memasuki kamar tempat dimana aku dirawat, Ia
menanyaiku dengan ramah, yang tidak pernah dilakukan oleh orang-orang ketika
aku masih menjadi malam.
“Kau sudah
baikan?”
Aku
mengangguk.
“Sudah
bisa bisa mulai bicara?”
Aku
mengangguk lagi.
“Baiklah,
ayo kita mulai sesi terapi ini. Tolong sebutkan namamu.”
Aku lalu tersenyum.
“Erika.”
Label:horror,mystery,short story
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
Search
Archives
-
▼
2014
(29)
-
▼
Juni
(29)
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 1
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 1
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 4 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 4 (A)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 3 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 3 (A)
- Short Story: Because Night and Day Cannot Stand To...
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 2 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 2 (A)
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 1
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 1 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 1 (A)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Introduction
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 1
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 1
- She's a Vampire: Introduction
-
▼
Juni
(29)
Categories
- Action (24)
- Adventure (9)
- Comedy (15)
- Drama (15)
- Fantasy (9)
- horror (1)
- mystery (1)
- Romance (15)
- Scifi (9)
- She’s a Vampire (15)
- short story (1)
- Supernatural (15)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale (9)

0 komentar:
Posting Komentar