World Of Warcraft, WoW Short Sword

Favorite Story

Diberdayakan oleh Blogger.

My Avatar

My Avatar
http://dreamself.me/
Rabu, 11 Juni 2014

Act 1
Prologue: Remember My Name!
Chapter I (Part B)
- Ouvren Town -
- Inside Hogg bar -
- At Mid day -
- After the Shooting Incident -
Dugs membersihkan barnya dibantu beberapa pelanggan lain yang kasihan dengannya. Mereka juga turut membantu memasukkan jasad tersebut ke dalam kantung mayat.

“Orang ini benar-benar menyusahkan saja,” kata salah seorang pelanggan yang membantu membersihkan darah-darah yang tersebar di bar Dugs.

“Ya, padahal sudah kuperingati dia. Itu semua salahnya sendiri,” kata Dugs yang juga turut membersihkan barnya.


“Yah, benar. Itu salahnya,” sahut sebuah suara dengan nada ringan namun terdengar familier karena pernah mereka dengar beberapa saat yang lalu. Mereka semua seketika menoleh kea rah sumber suara. Sedetik kemudian wajah mereka seolah dihinggapi terror. Pemilik suara itu tidak lain dan tidak bukan adalah pelanggan misterius yang seharusnya sudah tewas barusan.

“UWAAA!!!” Terdengar beberapa teriakan. Yang lainnya hanya bisa terdiam tidak mampu bicara.

“K-kk-kkena-kena-ppa kk-auu m-mmas-mas-ih hi-ddu-dup? Bu-bbukan-nya kka-u ssu-ddah sudah mmmat-ma-mati?” Tanya Dugs tergagap.

“Eh? Ah…. Hahaha. Benar juga. Barusan aku mati ya?” tanya pelanggan misterius itu berlagak pikun.

“H-HH-HAN-HAN-TTTU…. HANTU!!!” Teriak salah satu penduduk diikuti teriakan yang lainnya.

“He… Hei tenang dulu,” ujar pelanggan misterius itu menenangkan mereka.

“Aku belum mati. Jadi aku bukan hantu, paham?” lanjutnya.

“Mana mungkin! Ka-kami tadi lihat kau telah tewas tertembak barusan! Tidak mungkin kau masih hidup! Tubuhmu sudah tak bernyawa, kau pasti hantu!” teriak salah satu penduduk masih dengan nada penuh ketakutan.

“Ya, tapi yang terbunuh barusan itu bukan aku,” katanya masih berusaha menjelaskan kejadian sebelumnya.

“Tidak! Kau pasti hantu! Siapa lagi yang mati kalau bukan kau! Kami semua melihatnya! Kalau tidak, kau pasti zombie. Bukan, kau pasti setan! Iblis! Monster!” Teriak para penduduk histeris ketakutan dengan tubuh gemetar.

“Hah…. Kalian masih tidak percaya juga….” Lelaki itu menunduk. “Baiklah, akan kubuktikan bagaimana aku masih hidup,” ucapnya kemudian.

Lelaki itu lalu berjalan ke arah mereka, yang menyebabkan mereka  beringsut mundur.

“Ja-jangan mendekat!” Teriak beberapa orang.

“UWAAA!” Pelanggan misterius itu tiba-tiba terduduk dan berteriak, membuat yang lainnya terheran.

“Apa…. Apa yang terjadi!? Uwaaa!!!” teriaknya lagi sambil melihat tubuhnya dan meraba wajahnya.

‘Ada apa dengan dia?’ Kata para penduduk dalam hati.

“Hahaha…. Lihat kan? Itu caraku lolos dari maut.” Tiba-tiba terdengar suara. Mereka semua menoleh kebelakang. Tepat di samping Dugs berdiri pelanggan misterius itu.

“WAAA!!” teriak Dugs terkejut. Pelanggan misterius itu hanya tersenyum.

“Ke-kenapa kau jadi dua? Tidak salah lagi, kau pasti setan!” kata salah satu penduduk.

Pelanggan misterius itu hanya tersenyum. Ia berjalan maju, mendekati dirinya yang seorang lagi yang terduduk dengan tampang ketakutan. Dia lalu membalikkan badannya ke arah para pelangan lain yang masih ketakutan dan kebingungan.

“Inilah rahasianya,” katanya sambil mengambil sebuah tabung reaksi kecil berisi cairan bewarna bening dari saku jubah coklat kusamnya. Pelanggan misterius berambut hijau itu membuka tutup tabung itu. Tiba-tiba, dirinya yang terduduk ketakutan tadi perlahan-lahan berubah menjadi salah satu pelanggan lain.

“Kau…. Yoji?!” teriak salah satu pelanggan di sana menyadari kalau orang yang terduduk ketakutan tadi itu adalah temannya. Dia menoleh ke kiri dan ke kanan begitu pula dengan yang lainnya dan menyadari bahwa salah satu teman mereka yang bernama Yoji telah hilang.

“Sejak kapan….?”

“Aku bertukar tempat dengannya sesaat setelah aku menyebarkan bau dari tabung ini.” Dia menunjukkan tabung yang ia keluarkan dari saku satunya lagi.

“Seperti yang kalian lihat, aku bukan setan, iblis ataupun monster. Aku adalah seorang Alchemist.”

“Al-Alchemist? Maksudmu, orang yang membuat hal-hal aneh dan berkelana untuk mengumpulkan bahan-bahan untuk membuat hal-hal aneh tersebut?” tanya salah satu pelanggan berambut coklat.

“Bukan membuat hal-hal aneh sih…. Tapi yang kau   bilang   itu cukup benar. Alchemist adalah orang yang bertualang mencari bahan untuk percobaan pembuatan barang-barang penemuan mereka. Misalnya, aku spesialis membuat barang berbentuk liquid yang dapat mempengaruhi orang lain melalui indra penciumannya. Contohnya, liquid berwarna merah in,.” Katanya sembari menunjukkan tabung yang berisi cairan berwarna merah.

 “Liquid ini dapat membuat otak orang yang mencium baunya berhenti bekerja selama satu menit, sehingga aku bisa melakukan semua hal dengan leluasa dalam satu menit tersebut. Karena selama satu menit fungsi otak kalian tidak bekerja, termasuk fungsi otak yang menangkap sinyal dari mata, maka aku dapat menukar tempatku dengan orang yang bernama Yoji ini tanpa kalian sadari. Setelah otak kalian bekerja kembali, otak masih meneruskan sinyal yang dikirim oleh mata sebelumnya, yang memberi informasi kepada otak bahwa akulah yang masih berdiri di sana, bukan Yoji,” jelasnya.

“Jadi maksudmu, kau bisa melakukan apapun selama 1 menit tersebut, dan setelah 1 menit itu habis, otak kami tetap melanjutkan gambaran yang ditangkap sebelumnya seolah-olah 1 menit itu tak pernah terjadi, termasuk saat kamu menukar tempatmu dengan Yoji tadi?” tanya Dugs memastikan.

“Yap! Tepat sekali. Jadi walaupun sebenarnya kami sudah bertukar tempat, otak kalian tetap mengira bahwa akulah yang berada di sana, bukan Yoji. Hal ini terjadi karena sistem otak tidak menerima informasi selama 1 menit tersebut, sehingga otak tetap melanjutkan informasi sebelumnya dan menipu penglihatan kalian,” katanya gembira karena berhasil menjelaskan triknya kepada yang lain.

“Jadi sistemnya seperti hipnotis ya?” simpul salah seorang pelanggan.

“What?! No, no, no. Jangan samakan ilmu kimia dengan ilmu supranatural ya. Semua hal yang kulakukan itu dapat dijelaskan dengan logika, mengerti?” bantahnya karena merasa direndahkan kemampuannya.

“Lalu, kenapa kau menceritakan trikmu itu pada kami. Mungkin saja kami akan melaporkannya kepada Louverdis Family kalau kau belum mati, kan?” tanya Dugs penasaran.

“Yah…. Sebenarnya itu karena aku  ingin menolong kalian. Aku bukan tipe Alchemist yang hanya bertualang mencari bahan untuk penelitian. Aku ingin kemampuanku dalam bidang Alchemy dapat digunakan untuk hal-hal baik. Karena itu selain mencari bahan penelitian, aku juga berkelana…. Yah, bisa dikatakan aku juga berkelana untuk menumpas kejahatan di dunia ini,” katanya dengan nada bangga.

Dugs dan para pelanggan lainnya tersenyum geli karena ucapannya.

“Kau, benar-benar orang yang menarik. Kupikir Alchemist itu adalah orang-orang aneh dan sinting yang hanya membuat barang-barang aneh dan berbahaya serta menjualnya kepada orang-orang jahat. Seperti pistol yang dipakai orang-orang dari Louverdis Family tadi, bukankah pistol itu juga dibuat oleh para Alchemist?” Kata Dugs.

“Ya, itu benar. Kebanyakan Alchemist hanyalah orang sinting, gila dan aneh. Membuat senjata dan benda aneh untuk orang-orang jahat. Kau tahu, para Alchemist yang malas untuk pergi dan mengumpulkan bahan sendiri mengandalkan uang yang mereka dapat dari hasil menjual barang buatan mereka kepada para penjahat. Dengan begitu, mereka bisa membeli bahan-bahan langka dengan mudah di pasar gelap. Tapi aku menjadi seorang Alchemist bukan hanya demi penelitian untuk membuat sesuatu, tapi juga untuk menolong orang-orang yang kesusahan dari ulah orang-orang jahat yang dibantu oleh para Alchemist gila itu. Agar para Alchemist itu sadar tidak ada untungnya menolong orang jahat dan kejahatan dapat dibasmi dari dunia ini.” 

“Kalau begitu, apa yang ingin kau lakukan kepada Louverdis Family?” Tanya Dugs lagi.

“Hmm…. Mungkin aku akan mencari tahu siapa Alchemist yang membantu mereka terlebih dahulu. Lalu aku akan mengalahkan semua anggota Louverdis Family dan akhirnya Alchemist itu sadar bahwa perbuatannya salah. Bagaimana?” katanya mengutarakan rencananya.

“Terserahmulah. Kalau kau ingin melakukan itu, sebaiknya kau cepat pergi sebelum anggota Louverdis Family kembali kemarim,” kata Dugs memperingatinya.

“Oke. Kalau begitu aku pergi dulu,” ucapnya lalu lalu melangkah keluar bar.

“Sebelum pergi, boleh aku tanya beberapa hal?” tanya Yoji yang sudah tersadar dari kebingungannya dan berdiri.

“Hmm? Apa?” tanya laki-laki itu berbalik.

“Yang pertama, siapa orang yang terbunuh oleh keluarga Louverdis tadi?”

“Ohh… Saat mereka mengarahkan pistol kearahku, aku membuka tutup tabung reaksi ini dan membuat orang yang berada dalam bar ini mencium baunya lalu menukar diriku dengan salah satu dari kawanan mereka,” jelasnya.

Yoji tampak mengangguk-angguk mengerti begitu juga dengan Dugs dan penduduk lainnya.
“Pertanyaan kedua, tabung yang berisi liquid bening itu fungsinya apa? Kenapa saat kau membuka tutupnya orang-orang jadi tersadar kalau yang ada ditempatmu itu tadi itu aku?”

“Liquid bening ini berfungsi untuk menetralkan pengaruh dari liquid merah. Walaupun liquid merah berfungsi untuk memparalyzed otak selama satu menit, saat satu menit itu habis, seharusnya otak akan menerima gambaran baru dari mata yang memberi informasi kalau yang ada disitu adalah kau dan bukan aku. Tapi karena efek dari liquid merah, otak tidak dapat menerima informasi terbaru dari mata dan sebaliknya memberi kalian memori palsu. Berkat Liquid bening yang menetralkan pengaruh liquid merah, mata jadi dapat mengirim gambaran baru dan memberi informasi bahwa yang ada di sana bukan aku melainkan Yoji. Bukti lainnya, kalian juga bisa lihat kembali mayat yang  ada di dalam kantung mayat tadi,” jelasnya panjang lebar.

“Hmm….” Yoji dan lainnya hanya bisa mengangguk-angguk setengah mengerti.

“Kalau begitu pertanyaan terakhir, siapa namamu?”

Lelaki itu hanya tersenyum dan melanjutkan kembali jalannya keluar bar. Dia membuka pintu bar itu dan berkata,

“Aku ingin kalian menjadi saksi. Kalau nanti Louverdis Family berhasil kuhancurkan, kalian harus ingat bahwa lelaki yang bernama ‘Leon’ inilah yang menghabisinya,” katanya lalu menutup pintu bar dan berjalan pergi.
~~~~~~~

0 komentar:

Posting Komentar