World Of Warcraft, WoW Short Sword

Favorite Story

Diberdayakan oleh Blogger.

My Avatar

My Avatar
http://dreamself.me/
Kamis, 19 Juni 2014
Chapter 4
Awal dari nasib buruk
Bag 1

“Cylenne Forte?” Tanyaku mengulang kata-kata Hiroshi. Aku bertanya kepadanya apa dia tahu tentang murid sekolah ini yang memiliki rambut berwarna ungu. Dan katanya ada satu orang yang memiliki ciri-ciri persis seperti yang aku katakan

“Ya. Dia anak kelas 1 yang lumayan terkenal karena dia blasteran. Ayahnya berasal dari Transylvania. Karena itu ada isu yang menyebutkan bahwa dia itu adalah vampire” Lanjut Hiroshi.

“Isu ya…” Kataku. ‘itu sama sekali bukan isu, tahu. Dia benar-benar vampire!’


“Apa vampire bisa tahan dengan sinar matahari?” Tanyaku.

“Hmm… seharusnya tidak bisa ya… Kalau begitu, itu pasti isu bohong!” Kata Hiroshi ceria. Itu kenyataan Hiroshi, dia benar-benar vampire!

“Hahaha…” Aku hanya bisa tertawa garing.

“Hei! Tidak usah mengalihkan pembicaraan. Tidak usah mngejar orang lain, bagaimana dengan Nanami?!” Kata Riku sambil marah-marah.

“Nanami ya… Entahlah…” Kataku tanpa semangat. Setelah apa yang terjadi selama hari ini, mulai dari dihukum, bertemu dengan cewek vampire, masalah Nanami, dan terakhir si cewek vampire itu bilang dia bisa menjadi pacarku? Aku benar-benar merasa lelah hari ini…

“Entahlah katamu?! Kau ini ya… Kau benar-benar…”

Grek

Pintu geser kelas berbunyi. Nanami berdiri di depan sana dengan mata yang membengkak dan merah walaupun sudah tidak menangis lagi.

Dia lalu berjalan masuk dan berdiri tepat di sebelah tempat dudukku dan menatapku dengan tajam.

“Nanami… Maaf” Kataku dengan kepala tertunduk.

“Selamat ya!” Ucapan Nanami membuatku terkejut. Aku mengangkat kepalaku. Kulihat Nanami tersenyum, walaupun aku tahu itu adalah senyuman palsu.

“Kenapa?” Tanyaku bingung.

“Setelah ditolak untuk ke-14 kalinya, akhirnya kau bisa mendapatkan pacar. Ternyata saranku benar-benar manjur ya” Katanya lagi.

“Tunggu dulu Nanami. Dia bukan…”

“Cukup” Belum sempat aku mengakhiri kalimatku, Nanami menghentikannya.

Dia lalu berjalan ke tempat duduknya, memasukkan buku-bukunya kedalam tas, lalu dibawanya tas itu.

“Aku merasa kurang enak badan. Aku ingin pulang duluan. Tolong izinin dengan Tamayuki Sensei” Kata Nanami kepada Satou, ketua kelas kami. Tamayuki Sensei adalah guru matematika yang akan mengajar setelah jam istirahat ini berakhir.

“Ba… Baik. Aku akan mengizinkanmu. Sebaiknya kau cepat pulang Nanami. Kau terlihat sangat pucat.”

“Terima kasih” Katanya tersenyum tipis lalu berjalan keluar kelas.

“APA YANG KAU LAKUKAN TENDOU!!!” Riku kembali marah-marah padaku setelah Nanami pergi.

Aku menggebrak mejaku lalu berdiri dari tempat dudukku dan menatap Riku tajam. Dia terlihat cukup terkejut dan berjalan termundur.
“Semua ini bukan urusanmu” Kataku lalu membereskan barang-barangku dan mengambil tasku.

“Hei, mau kemana kau?!” Tanya Satou si ketua kelas, begitu aku sudah berjalan dan berdiri di depan pintu kelas.

“Pulang. Terserah alasan apa saja yang akan kau berikan pada Tamayuki Sensei” Kataku lalu pergi.

0 komentar:

Posting Komentar