Favorite Story
-
She’s a Vampire introduction Genre: Supranatural, Mistery, Romance Comedy, Drama Synopsis: Y amada Tendou (17) Sebenarnya hanyala...
-
Chapter 5 Gadis vampire pembuat masalah' Bag 4 “Eng... Forte?” Kataku. “Panggil saja Cylenne.” Katanya sembari menggandeng...
-
Act 1 Prologue: Remember My Name! Chapter I (Part A) - Ouvren Town - - Inside Hogg bar - - At Mid day - “Louverdis Family?” seru Dugs H...
-
Act 1 Prologue: Remember My Name! Chapter IV (Part A) DOOOR! DOOOR! DOOOR! - Ouvren Town - - In a room at top floor(6 th floor...
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
Rabu, 11 Juni 2014
Chapter 3
Aku bisa menjadi pacarmu
Aku bisa menjadi pacarmu
Bag 2
Aku duduk di kursi kelasku dengan masih sesenggukan. Masami dan Hiroshi dengan setia berada di sampingku. Akagi Sensei telah kembali ke ruang guru dengan perasaan yang campur aduk. Mungkin perasaan bingung, heran dan merasa bersalah karena muridnya telah menjadi gila akibat hukuman yang diberikannya (Hei! Aku belum gila!!!).
Nanami berdiri didepanku. Aku melihatnya dengan sesekali menghembuskan ingusku di tissue yang diberikan Masami.
“Dasar banci!”
Kata-kata Nanami membuatku telingaku memanas. Aku? Banci?
“Apa maksudmu?!” Tanyaku kesal.
“Hanya karena dihukum berdiri di depan kelas kau menangis kayak orang gila dan bilang, ‘aku dikutuk! Aku dikutuk!’ Lebai banget sih!” Katanya dengan nada kesal dan jengkel.
Yang Nanami katakana itu kupikir memang benar. Aku sendiri merasa malu mengingat kejadian aku menangis di depan kelas dengan dilihat oleh seluruh murid disekolah barusan. Mengingatnya saja membuatku malu. Tapi mau bagaimana lagi? Ini karena kutukan yang menimpaku!
“Mau bagaimana lagi?! Aku ini dikutuk. Ini semua karena aku telah di tolak untuk ke-13 kalinya. Kau denganr, T-I-G-A-B-E-L-A-S Kali!!!” Kataku dengan mengeja setiap huruf.
Nanami terdiam sejenak. Dia menurunkan tangan yang sedari tadi dilipat dan menundukkan wajah.
“Dasar bodoh! Tinggal cari yang lain supaya jumlahnya jadi 14 kan?” Katanya.
Itu benar! Kenapa tidak terpikirkan dari kemarin? Tapi kenapa wajahnya sampai memerah Cuma untuk mengatakan itu?
“Eureka! Kau pintar Nanami! Benar juga, kenapa hal mudah seperti ini tidak pernah terpikirkan?”
“Ja… Jadi?” Tanyanya dengan wajah masih memerah.
“Ya, aku tinggal mencari cewek dan jatuh cinta lagi, terus ditolak lagi. Rebes kan?!” Kataku dengan mengacungkan jempol kea rah Nanami. Aku benar-benar pintar!
“Jadi, siapa cewek yang kau maksud?” Tanya Nanami lagi.
“Hmmm… Benar juga. Siapa ya? Tapi yang pasti harus yang bukan dari kelas 2. Soalnya isu aku menangis barusan pasti sudah tersebar ke seluruh pelosok kelas 2. Cewek pasti tidak suka cowok yang cenge… Maksudku dengan cowok yang mudah menangis. Karena itu cewek itu harus berasal dari kelas 1 atau kelas 3!” Kataku mengutarakan rencananku dengan bangga.
Tapi anehnya, kulihat wajah Nanami kecewa dan kesal.
“Kenapa Nanami?” Tanyaku. Apa ide ini ide buruk.
“Yah… Kau ingin ditolak kan? Lebih baik kau memilih anak kelas 2 saja. Dijamin kau pasti ditolak!” Katanya lagi.
“Apa?! Mana mungkin aku mau mengutarakan perasaanku dengan kemungkinan 0%! Walaupun hanya dengan tujuan agar jumlahku ditolak untuk ke-14 kali, aku harus tetap percaya mungkin saja aku akan diterima kali ini!” Katakau beralasan.
“Hah! Kalau toh, misalnya ada yang menerimamu jadi pacar, bukankah itu berarti jumlah kau ditolak masih sebanyak 13 kali?!”
JDEGAAR!!!
Kata-kata Nanami terdengar seperti petir ditelingaku. Benar juga, kalau akhirnya ada yang
menerimaku menjadi pacar, kumlah aku ditolak tetap 13! Kesialan masih akan datang menimpaku!
“Be… Benar juga… Kalau begitu, apa yang harus kulakukan?” Aku meminta nasehat dari Nanami. Nanami menempelkan jari-jari tangan ke dagunya dan menutup mata, seolah berpikir keras. Lalu, dengan wajahnya yang kembali bersemu merah, dia berkata,
“Sebaiknya kau tembak cewek mana saja dari kelas 2, lalu setelah kau ditolak, cari cewek yang pasti akan menerimamu.”
Hmm… Kata-kata Nanami ada benarnya. Mungkin tidak terasa terlalu menyakitkan kalau ditolak dengan cewek yang tidak benar-benar kita sukai. Kalau begitu,
“Oke. Nanami! Aku ingin mengatakan sesuatu” Kataku mantap.
“Hah? A… Apa?” Tanyanya terheran.
“Aku suka padamu!”
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
Search
Archives
-
▼
2014
(29)
-
▼
Juni
(29)
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 1
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 1
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 4 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 4 (A)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 3 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 3 (A)
- Short Story: Because Night and Day Cannot Stand To...
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 2 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 2 (A)
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 1
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 1 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 1 (A)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Introduction
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 1
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 1
- She's a Vampire: Introduction
-
▼
Juni
(29)
Categories
- Action (24)
- Adventure (9)
- Comedy (15)
- Drama (15)
- Fantasy (9)
- horror (1)
- mystery (1)
- Romance (15)
- Scifi (9)
- She’s a Vampire (15)
- short story (1)
- Supernatural (15)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale (9)

0 komentar:
Posting Komentar