Favorite Story
-
She’s a Vampire introduction Genre: Supranatural, Mistery, Romance Comedy, Drama Synopsis: Y amada Tendou (17) Sebenarnya hanyala...
-
Chapter 5 Gadis vampire pembuat masalah' Bag 4 “Eng... Forte?” Kataku. “Panggil saja Cylenne.” Katanya sembari menggandeng...
-
Act 1 Prologue: Remember My Name! Chapter I (Part A) - Ouvren Town - - Inside Hogg bar - - At Mid day - “Louverdis Family?” seru Dugs H...
-
Act 1 Prologue: Remember My Name! Chapter IV (Part A) DOOOR! DOOOR! DOOOR! - Ouvren Town - - In a room at top floor(6 th floor...
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
Minggu, 08 Juni 2014
Chapter 2
Tetap jaga rahasia itu ya
Bag 1
“…Mada…”
“Yamada….”
“YAMADA!!!”
Aku terlonjak kaget dari tempat dudukku. Di sampingku telah berdiri guru mata pelajaran Sejarah, Akagi Hitomi Sensei yang melipat tangannya karena kesal.
“Berani sekali kau tidur saat jam pelajaran berlangsung?” Katanya kesal dengan masih melipat tangannya di dada dan berkacak pinggang. Akagi-Sensei memang terkenal sebagai guru yang galak dan disipilin. Dia paling tidak suka dengan 3 orang tipe murid. Yang pertama, murid yang tidak mengerjakan PR, yang kedua murid yang mengobrol ketika jam pelajaran dan terakhir adalah murid yang tidak mendengarkan pelajaran. Gawat, tidur kan sama dengan tidak mendengarkan pelajaran.
“Maaf, sensei” Kataku dengan menundukkan kepala.
“Berdiri di luar sana! Sensei paling malas mengajar murid yang tidak memperthatikan, apalagi tidur di kelas!” Katanya sambil membetulkan letak kacamatanya dan melipat tangannya.
Aku lalu berjalan keluar kelas sambil menunduk, diiringi tatapan iba dari murid-murid sekelas. Saat aku membuka pintu kelas dan ingin keluar kelas, Akagi Sensei berkata,
“Sekali lagi kau tidur atau tidak mendengarkan pelajaranku di kelas, kau tidak boleh belajar sejarah lagi!” Serunya. Gawat, bisa-bisa aku tidak mendapatkan nilai sejarah.
“Baik, sensei” Kataku menurut.
Haaah… Sudah setengah jam aku berdiri di depan kelas. Pelajaran sejarah masih berlangsung setengah jam lagi. Ini benar-benar menjengkelkan. Aku tertidur karena kejadian malam tadi yang membuatku baru bisa tertidur sekitar jam 5 pagi! Otomatis aku masih mengantuk. Benar-benar deh. Rasanya baru kali ini anak SMA dihukum disuruh berdiri di depan kelas seperti anak SD. Haaah… Akagi Sensei benar-benar galak. Sepertinya itu karena ia belum menikah bahkan belum punya pacar walaupun umurnya sudah memasuki kepala 3. Mungkin karena ia menjadi bahan ejekan sebagai ‘nenek gak laku’ oleh guru-guru lain, makanya dia menumpahkan kekesalannya pada para murid. Tapi, mana ada yang mau mendekatinya kalau sifatnya begitu?
Sekitar 10 menit sebelum jam pelajaran sejarah berakhir aku pergi ke toilet sekolah. Aku pergi ke toilet sekolah dengan berlari disebabkan karena 2 faktor. Pertama, karena panggilan alam yang sudah tidak mau ditunda lagi dan kedua karena aku tidak mau hukumanku ditambah oleh Akagi sensei karena ketika dia keluar aku tidak berada lagi di depan kelas.
Masih ada waktu sekitar 5 menit lagi sebelum waktu pelajaran sejarah berakhir. Aku kembali berlari dengan secepat kilat kea rah kelasku. Tetapi, ketika aku ingin berbebelok kea rah kanan di persimpangan lorong, aku menambrak seorang cewek.
“Aduh” Kataku dan cewek itu ketika terjatuh. Aku lalu berdiri dan menjulurkan tanganku dengan maksud memberikan bantuan kepada cewek itu untuk berdiri.
“Maaf…” Kata-kataku terhenti. Aku benar-benar sangat terkejut. Cewek yang kutabrak itu… memiliki rambut berwarna ungu yang dikepang 2. Hal ini langsung membuatku mengingat kejadian malam tadi.
“Yamada….”
“YAMADA!!!”
Aku terlonjak kaget dari tempat dudukku. Di sampingku telah berdiri guru mata pelajaran Sejarah, Akagi Hitomi Sensei yang melipat tangannya karena kesal.
“Berani sekali kau tidur saat jam pelajaran berlangsung?” Katanya kesal dengan masih melipat tangannya di dada dan berkacak pinggang. Akagi-Sensei memang terkenal sebagai guru yang galak dan disipilin. Dia paling tidak suka dengan 3 orang tipe murid. Yang pertama, murid yang tidak mengerjakan PR, yang kedua murid yang mengobrol ketika jam pelajaran dan terakhir adalah murid yang tidak mendengarkan pelajaran. Gawat, tidur kan sama dengan tidak mendengarkan pelajaran.
“Maaf, sensei” Kataku dengan menundukkan kepala.
“Berdiri di luar sana! Sensei paling malas mengajar murid yang tidak memperthatikan, apalagi tidur di kelas!” Katanya sambil membetulkan letak kacamatanya dan melipat tangannya.
Aku lalu berjalan keluar kelas sambil menunduk, diiringi tatapan iba dari murid-murid sekelas. Saat aku membuka pintu kelas dan ingin keluar kelas, Akagi Sensei berkata,
“Sekali lagi kau tidur atau tidak mendengarkan pelajaranku di kelas, kau tidak boleh belajar sejarah lagi!” Serunya. Gawat, bisa-bisa aku tidak mendapatkan nilai sejarah.
“Baik, sensei” Kataku menurut.
Haaah… Sudah setengah jam aku berdiri di depan kelas. Pelajaran sejarah masih berlangsung setengah jam lagi. Ini benar-benar menjengkelkan. Aku tertidur karena kejadian malam tadi yang membuatku baru bisa tertidur sekitar jam 5 pagi! Otomatis aku masih mengantuk. Benar-benar deh. Rasanya baru kali ini anak SMA dihukum disuruh berdiri di depan kelas seperti anak SD. Haaah… Akagi Sensei benar-benar galak. Sepertinya itu karena ia belum menikah bahkan belum punya pacar walaupun umurnya sudah memasuki kepala 3. Mungkin karena ia menjadi bahan ejekan sebagai ‘nenek gak laku’ oleh guru-guru lain, makanya dia menumpahkan kekesalannya pada para murid. Tapi, mana ada yang mau mendekatinya kalau sifatnya begitu?
Sekitar 10 menit sebelum jam pelajaran sejarah berakhir aku pergi ke toilet sekolah. Aku pergi ke toilet sekolah dengan berlari disebabkan karena 2 faktor. Pertama, karena panggilan alam yang sudah tidak mau ditunda lagi dan kedua karena aku tidak mau hukumanku ditambah oleh Akagi sensei karena ketika dia keluar aku tidak berada lagi di depan kelas.
Masih ada waktu sekitar 5 menit lagi sebelum waktu pelajaran sejarah berakhir. Aku kembali berlari dengan secepat kilat kea rah kelasku. Tetapi, ketika aku ingin berbebelok kea rah kanan di persimpangan lorong, aku menambrak seorang cewek.
“Aduh” Kataku dan cewek itu ketika terjatuh. Aku lalu berdiri dan menjulurkan tanganku dengan maksud memberikan bantuan kepada cewek itu untuk berdiri.
“Maaf…” Kata-kataku terhenti. Aku benar-benar sangat terkejut. Cewek yang kutabrak itu… memiliki rambut berwarna ungu yang dikepang 2. Hal ini langsung membuatku mengingat kejadian malam tadi.
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
Search
Archives
-
▼
2014
(29)
-
▼
Juni
(29)
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 5 Bag 1
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 4 Bag 1
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 4 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 4 (A)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 3 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 3 (A)
- Short Story: Because Night and Day Cannot Stand To...
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 2 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 2 (A)
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 3 Bag 1
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 1 (B)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Act 1 Ch 1 (A)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale - Introduction
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 2 Bag 1
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 4
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 3
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 2
- She's a Vampire: Chapter 1 Bag 1
- She's a Vampire: Introduction
-
▼
Juni
(29)
Categories
- Action (24)
- Adventure (9)
- Comedy (15)
- Drama (15)
- Fantasy (9)
- horror (1)
- mystery (1)
- Romance (15)
- Scifi (9)
- She’s a Vampire (15)
- short story (1)
- Supernatural (15)
- The Almighty Alchemist: Leon's Tale (9)

0 komentar:
Posting Komentar