World Of Warcraft, WoW Short Sword

Favorite Story

Diberdayakan oleh Blogger.

My Avatar

My Avatar
http://dreamself.me/
Rabu, 11 Juni 2014
Chapter 3

Aku bisa menjadi pacarmu
Bag 1
Aku berjalan dengan lunglai kearah kelasku. Di depan kelas Akagi Sensei telah berdiri menungguku. Dari wajahnya tergambar jelas kalau dia marah padaku karena aku tidak ada di depan kelas ketika pelajaran Sejarah berakhir. Aku melirik jam yang melingkar di tangan kiriku. Jam 12.15. Itu artinya bel istirahat telah berbunyi 15 menit lalu. Pantas saja dari tadi banyak kulihat orang yang lalu lalang.

“Ya-Ma-Da Ten-Dou” Katanya dengan mengeja namaku per suku kata.


“Kemana kau dari tadi? Kau pasti kabur saat aku menyuruhmu berdiri diluar. IYA KAN?!!” Bentak Akagi sensei.

Aku melihat kearah dalam kelas. Masami, Hiroshi dan teman-teman lainnya melihatku dengan perasaan iba.

“HEI!!! Aku bicara denganmu! Dengarkan yang baik ketika orang tu… Maksudku ketika guru sedang bicara!” Sepertinya kata-kata orang tua adalah hal yang tabu baginya.

“Sensei…” Kataku.

“Kenapa?” Tanyanya.

“Sebenarnya saya telah berdiri di depan kelas selama pelajaran sejarah berlangsung. Saya hanya pergi sekitar 10 menit sebelum bel istirahat karena ingin pergi ke toilet sebentar” Aku memberikan penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan menundukkan kepalaku, takut menatap matanya yang tajam menusuk.

“Hah, alasan!” Teriaknya kesal. Tangannya dilipat dan berkacak pinggang.

“Mana mungkin ke toilet butuh waktu hampir setengah jam?!” Akagi Sensei sama sekali tidak percaya dengan apa yang kukatakan. Jelas saja. Aku juga sebenarnya tidak bermaksud berlama-lama pergi kalau aku tidak bertemu dia… Ya, kalau saja aku tidak bertabrakan dengan cewek itu, aku pasti tidak akan kembali ke kelas terlambat. Kalau saja aku tidak bertemu dengan gadis itu malam tadi, aku pasti tidak akan mengantuk dan tidak akan dihukum. Kalau saja aku tidak kembali ke sekolah malam tadi untuk mengambil diary-ku, aku pasti tidak akan bertemu dengan cewek itu. Kalau saja aku tidak menulis kejadian kemarin di diary-ku di atap sekolah kemarin, aku pasti tidak akan kembali ke sekolah untuk mengambil diary dan bertemu dengannya. Kalau saja kejadian kemarin tidak terjadi… Ya, kalau saja aku tidak ditolak kemarin… Kalau saja aku tidak ditolak untuk ke-13 kalinya kemarin, aku pasti tidak akan mengalami semua kesialan ini. Ini semua karena aku ditolak untuk ke-13 kalinya!!!

“…kutuk…” Aku meracau dengan tidak jelas…

“Hmm? Apa?” Tanya Akagi Sensei.

“…kutukan…” Kataku lagi.

“Apa maksudmu?” Akagi Sensei bertanya dengan nada jengkel.

“KUTUKAN TELAH MENIMPAKU!!! AKU TERKUTUK!!! AKU DIKUTUK!!! SEMUANYA KARENA AKU DITOLAK UNTUK KE-13 KALINYA!!! KESIALAN MENIMPA DIRIKU BERULANG-ULANG KALI!!! AKU TERKUTUK!!!” Teriakku menumpahkan semua perasaan dihatiku. Tetesan air mata keluar dari mataku. Aku terduduk, meratapi kesialan yang datang terus menerus. Aku tidak ingin hidup. Kalau selalu dihadapi dengan kesialan, tidak ada gunanya aku hidup!!!
 

0 komentar:

Posting Komentar